Pendidikan
Rahman Abdullah

Mengenal Sejarah Psikologi dari Yunani Kuno hingga Menjadi Ilmu Modern

Mengenal Sejarah Psikologi dari Yunani Kuno hingga Menjadi Ilmu Modern

20 September 2026 | 00:13

Keboncinta.com-- Ketertarikan manusia untuk memahami pikiran dan perilakunya ternyata telah berlangsung sejak ribuan tahun lalu. Sekitar 350 SM pada masa Yunani Kuno, pertanyaan mengenai sifat manusia, kesadaran, serta perilaku sudah menjadi bagian dari pembahasan para filsuf.

Pada masa Plato dan Aristoteles, misalnya, muncul berbagai pertanyaan yang kemudian menjadi dasar pemikiran psikologi. Para filsuf mempertanyakan apakah manusia memiliki kehendak bebas, apakah perilaku seseorang dipengaruhi oleh faktor bawaan dari orang tua, serta bagaimana manusia membentuk pikiran dan tindakannya.

Namun, pemahaman mengenai pikiran dan kesadaran manusia pada masa tersebut masih sangat terbatas. Bahkan, terdapat anggapan bahwa pusat kesadaran manusia berada di dalam hati. Pemikiran mengenai otak dan sistem saraf sebagai bagian penting dalam proses mental baru berkembang jauh setelahnya.

Baca Juga: Mengenal Ilmu Psikologi, Ilmu yang Mengungkap Misteri Pikiran dan Perilaku Manusia

Psikologi Mulai Berkembang sebagai Ilmu

Memasuki abad ke-19, kajian mengenai psikologi mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Psikologi secara bertahap mulai dipisahkan dari filsafat dan berkembang sebagai bidang ilmu yang menggunakan metode penelitian tersendiri.

Salah satu tokoh yang berperan dalam perkembangan awal psikologi adalah Wilhelm Wundt. Ia berusaha mempelajari kesadaran manusia melalui pengamatan dan laporan langsung dari individu. Salah satu tujuan pendekatan tersebut adalah mencari pola dalam pengalaman kesadaran manusia.

Akan tetapi, metode tersebut kemudian menghadapi berbagai keterbatasan karena pengalaman dan respons setiap individu dapat berbeda. Kondisi tersebut mendorong para ahli psikologi untuk mengembangkan pendekatan yang lebih sistematis dan dapat diuji secara ilmiah.

Sejumlah tokoh kemudian memberikan kontribusi dalam perkembangan psikologi, di antaranya William James, Sigmund Freud, John B. Watson, Fritz Heider, dan Hermann Ebbinghaus. Masing-masing mengembangkan pemikiran dan pendekatan yang turut memperkaya cara manusia memahami pikiran serta perilaku.

Perkembangan psikologi kemudian semakin luas, baik di Eropa maupun Amerika Serikat. Hingga saat ini, psikologi terus berkembang karena para peneliti masih berusaha menjawab berbagai pertanyaan mengenai manusia melalui beragam pendekatan ilmiah.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Oksigen di Bumi Hilang Selama 5 Detik? Ini Dampaknya

Tiga Tingkatan dalam Memahami Psikologi

Dalam mempelajari berbagai peristiwa psikologis, para ilmuwan dapat melihat manusia melalui beberapa tingkatan. Secara umum, pemahaman tersebut dapat dikelompokkan menjadi level bawah, menengah, dan atas.

Ketiga tingkatan tersebut membantu menjelaskan bahwa perilaku manusia tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor. Kondisi biologis, karakter individu, hingga lingkungan sosial dapat saling berkaitan dalam membentuk pengalaman psikologis seseorang.

1. Level Bawah: Faktor Biologis

Pada level bawah, psikologi melihat perilaku manusia dari sisi biologis. Faktor seperti genetik, hormon, sistem saraf, dan berbagai proses biologis dalam tubuh menjadi bagian penting yang dipelajari.

Salah satu bidang yang berkaitan dengan pendekatan ini adalah neurosains. Bidang tersebut mempelajari sistem saraf dan fungsi otak yang berhubungan dengan berbagai proses manusia.

Ada pula biopsikologi yang berusaha memahami hubungan antara proses biologis dengan perilaku manusia. Melalui penelitian pada bidang-bidang tersebut, para ilmuwan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan antara kondisi tubuh, otak, dan perilaku.

Pengetahuan mengenai aspek biologis juga menjadi salah satu dasar dalam pengembangan berbagai pendekatan medis untuk menangani kondisi tertentu yang berkaitan dengan sistem saraf dan kesehatan mental.

2. Level Menengah: Individu dan Kepribadian

Pada level menengah, perhatian psikologi beralih pada karakteristik individu dan bagaimana seseorang berkembang dari waktu ke waktu.

Pendekatan ini tidak hanya melihat apa yang terjadi di dalam tubuh, tetapi juga memperhatikan perilaku sehari-hari, pola pikir, pengalaman, serta karakter seseorang.

Baca Juga: Mengapa Masyarakat Indonesia Disebut Malas Membaca?

Tags:
Psikologi Perilaku Manusia

Komentar Pengguna