Keboncinta.com-- Menjadi mahasiswa sering kali menjadi tahap pertama ketika seseorang mulai belajar mengatur uang sendiri. Uang bulanan yang sebelumnya mungkin dikelola orang tua kini harus dibagi untuk makan, transportasi, kebutuhan kuliah, hingga keperluan pribadi.
Di sinilah kemampuan mengatur keuangan mulai benar-benar diuji. Lantas, bagaimana mahasiswa bisa menerapkannya tanpa merasa terlalu terbebani?
1. 50 Persen untuk Kebutuhan
Separuh uang bulanan dialokasikan untuk kebutuhan utama, seperti makan, transportasi, pulsa, biaya kuliah, perlengkapan tugas, atau kebutuhan tempat tinggal bagi mahasiswa yang tinggal sendiri.
2. 30 Persen untuk Keinginan
Sebanyak 30 persen dapat digunakan untuk hal-hal yang bukan kebutuhan wajib. Misalnya, nongkrong, membeli makanan favorit, menonton film, berbelanja, atau menjalankan hobi.
3. 20 Persen untuk Tabungan
Sisihkan 20 persen untuk tabungan, dana darurat, atau tujuan keuangan tertentu. Dari uang bulanan Rp2 juta, berarti sekitar Rp400 ribu bisa dialokasikan untuk pos ini.
Kebiasaan menyisihkan uang di awal akan lebih mudah dibandingkan menunggu sisa di akhir bulan.
Kebiasaan sederhana ini bukan hanya membantu melewati akhir bulan dengan lebih tenang, tetapi juga menjadi bekal penting ketika nanti memiliki penghasilan sendiri dan tanggung jawab keuangan yang lebih besar.