Berita
SUWANDI

Musda VII LDII, Saat Narasi Pembangunan Cirebon Berpadu dengan Gerakan Dakwah Berkelanjutan

Musda VII LDII, Saat Narasi Pembangunan Cirebon Berpadu dengan Gerakan Dakwah Berkelanjutan

27 September 2026 | 15:19

CIREBON — Suasana Islamic Centre Kota Cirebon pada Sabtu (26/9/2026) terasa berbeda dari biasanya. Ratusan jajaran pengurus, tokoh agama, dan elemen masyarakat berkumpul membawa semangat perubahan dalam perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) VIII DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Cirebon.

Momentum lima tahunan ini bukan sekadar tradisi pergantian tongkat estafet kepemimpinan, melainkan panggung kolaborasi nyata antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan untuk meretas persoalan sosial di Kota Cirebon.

Membuka agenda akbar tersebut, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan pesan mendalam yang memantik perhatian para peserta. Di hadapan para pengurus dan tamu undangan, ia mengingatkan bahwa akselerasi pembangunan sebuah kota tidak akan pernah cukup jika hanya mengandalkan mesin pemerintahan. Organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi kehidupan warga.

“Evaluasi program organisasi jangan hanya menjadi formalitas di atas kertas. Yang jauh lebih penting adalah melihat sejauh mana program tersebut memberikan manfaat konkret dan menjawab persoalan nyata yang dihadapi warga setiap harinya,” tegas Effendi Edo di pertengahan sambutannya.

Ia mendorong agar perumusan gagasan dalam Musda VIII tidak terjebak pada agenda rutin yang kaku, melainkan mampu melahirkan terobosan yang realistis, terukur, dan selaras dengan visi pembangunan Kota Cirebon. Sinergi lintas organisasi keagamaan juga digarisbawahi sebagai fondasi utama dalam menjaga kerukunan serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat di tengah dinamika zaman.

Pemerintah Kota Cirebon memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi berkelanjutan LDII selama ini. Menurut Effendi Edo, kemitraan strategis ini harus terus diperkuat agar program-program kemasyarakatan yang dirancang makin adaptif, inklusif, dan menjangkau spektrum manfaat yang lebih luas.

Menjawab tantangan tersebut, Ketua DPD LDII Kota Cirebon, H. Himawan Sutanto, menegaskan bahwa Musda VIII diposisikan sebagai ruang refleksi sekaligus batu loncatan strategis untuk lima tahun ke depan. Selain memilih dan menetapkan kepengurusan DPD LDII Kota Cirebon periode 2026–2031, forum ini difokuskan untuk merumuskan arah kebijakan serta rekomendasi strategis bagi kemaslahatan umat.

“Melalui forum Musda ini, kami menegaskan komitmen penuh untuk terus berjalan berdampingan dengan pemerintah dan masyarakat Kota Cirebon. Rekam jejak lima tahun terakhir menunjukkan bahwa LDII tidak hanya fokus pada pembinaan spiritual, tetapi juga aktif menggerakkan roda ekonomi kerakyatan melalui Usaha Bersama (UB) di tingkat pimpinan cabang,” jelas Himawan.

Secara khusus, Musda VIII kali ini mengusung subtema “Meningkatkan Peran LDII dalam Membangun Sumber Daya Manusia Unggul yang Berkarakter Luhur Menuju Masyarakat Kota Cirebon yang Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Religius, Aman, Setara Berkelanjutan.” Subtema ini menyoroti fokus LDII yang ingin menyeimbangkan antara penguatan moralitas, kemandirian ekonomi, dan pembangunan SDM berkualitas.

Musda VIII ini diakhiri dengan tekad bersama untuk menjadikan tiap bait keputusan dan rekomendasi yang dirumuskan tidak berhenti sebagai dokumen organisasi, melainkan mewujud dalam aksi nyata yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat Kota Cirebon. (swd)

Tags:
Syiar Islam Dakwah Cirebon

Komentar Pengguna