Pendidikan
Hilmi An Naufal

Najwa, Lulusan SLB Penyandang Disabilitas Fisik, Lolos SNBP dan Raih KIP Kuliah

Najwa, Lulusan SLB Penyandang Disabilitas Fisik, Lolos SNBP dan Raih KIP Kuliah

27 Agustus 2026 | 06:27

Keboncinta – Najwa Nailatul Faza membuktikan bahwa akses pendidikan tinggi yang inklusif dapat membuka kesempatan bagi setiap pelajar untuk melanjutkan studi sesuai kemampuan dan cita-citanya.

Alumna SLB Negeri Cilacap tersebut diterima di Politeknik Negeri Cilacap (PNC) melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP. Najwa memilih Program Sarjana Terapan Pengembangan Produk Agroindustri.

Selain berhasil lolos jalur prestasi, Najwa tercatat sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah. Bantuan pendidikan tersebut mendukung keberlanjutan studinya sekaligus mengurangi hambatan ekonomi selama menjalani perkuliahan.

Sebagai mahasiswi penyandang disabilitas fisik, Najwa mengikuti kegiatan pengenalan kehidupan kampus dan pelatihan kepemimpinan bersama mahasiswa lainnya. Pihak kampus memberikan akomodasi yang layak sesuai kebutuhannya.

Akomodasi tersebut meliputi bantuan mobilitas, penyesuaian terhadap kegiatan fisik berlebihan, dan penyediaan tempat beristirahat. Dukungan seperti ini menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan dapat diakses semua mahasiswa.

Program studi yang dipilih Najwa memiliki sejumlah kegiatan praktis, seperti pembelajaran di laboratorium, pengolahan bahan pangan, dan analisis lapangan. Karena itu, aksesibilitas sarana serta penyesuaian pembelajaran perlu dijaga selama masa studinya.

Najwa bercita-cita menjadi guru. Pengalaman menempuh pendidikan vokasi diharapkan dapat membekalinya dengan pengetahuan dan keterampilan yang kelak bisa dibagikan kepada peserta didik.

Keberhasilan Najwa juga menunjukkan pentingnya kesinambungan layanan pendidikan dari sekolah luar biasa menuju perguruan tinggi. Proses penerimaan mahasiswa hanyalah langkah awal, sedangkan pendampingan akademik dan penyediaan fasilitas yang mudah diakses perlu berlangsung secara konsisten.

Kampus inklusif bukan sekadar menerima mahasiswa penyandang disabilitas. Perguruan tinggi juga perlu memastikan mereka dapat mengikuti kegiatan akademik, menggunakan fasilitas, berinteraksi, dan mengembangkan potensi dengan kesempatan yang setara.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna