Olimpiade PAI Nasional 2025: Ajang Bergengsi Cetak Generasi Moderat, Cerdas, dan Berakhlak

Olimpiade PAI Nasional 2025: Ajang Bergengsi Cetak Generasi Moderat, Cerdas, dan Berakhlak

01 Desember 2025 | 18:48

Keboncinta.com-- Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama kembali menghadirkan wadah kompetisi bergengsi bagi para pelajar Indonesia melalui Olimpiade PAI Nasional 2025.

Bekerja sama dengan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII), ajang ini diikuti peserta dari 34 provinsi dan menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah-sekolah seluruh Indonesia.

Direktur Pendidikan Agama Islam, M. Munir, menegaskan bahwa penyelenggaraan olimpiade ini merupakan upaya penting untuk menguatkan kualitas pembelajaran PAI agar sejajar dengan bidang ilmu lain yang telah mapan secara kompetitif, seperti OSN, OS2N, maupun FLS2N.

Baca Juga: Pemerintah Kerahkan 11 Helikopter untuk Mempercepat Penanganan Bencana di Daerah Terisolasi

“Melalui Olimpiade PAI Nasional, kita ingin menunjukkan bahwa mata pelajaran PAI memiliki ruang kompetisi yang tidak kalah prestisius dan bergengsi dibanding mapel lainnya.

PAI harus memiliki daya saing tinggi, tidak hanya di kelas, tetapi juga dalam kompetisi akademik tingkat nasional,” tegasnya di Jakarta, Senin (1/12/2025).

Menurut Munir, Olimpiade PAI Nasional bukan sekadar kompetisi akademik, tetapi juga investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang memahami agama secara utuh, moderat, serta mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial yang damai dan berkeadaban.

Ketua I DPP AGPAII, Rimelfi, menyampaikan bahwa Olimpiade PAI Nasional 2025 merupakan penyelenggaraan keempat setelah sebelumnya digelar di Padang (2022), Malang (2023), dan Bandung (2024).

Mulai tahun ini, ajang tersebut resmi masuk dalam rangkaian kegiatan PAI FAIR Kemenag, dan diharapkan menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Sejarah Perjanjian Tordesillas: Saat Dunia Dibagi Dua oleh Spanyol dan Portugal di Abad Penjelajahan

Olimpiade ini terbuka untuk tiga jenjang pendidikan: SD, SMP, dan SMA/SMK. Para peserta yang tampil di Grand Final merupakan delegasi terbaik dari masing-masing provinsi setelah melalui seleksi ketat di tingkat kabupaten/kota.

Pada Grand Final di Jakarta, peserta mengikuti tiga tahapan seleksi utama:

  1. Tes tertulis berbasis komputer (CBT)

  2. Tes praktik menyusun karya, berupa:

    • Story telling (SD)

    • Penulisan esai (SMP)

    • Presentasi Canva (SMA/SMK) bertema “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”

  3. Presentasi karya di depan dewan juri

Dari 34 finalis, dipilih tiga peserta terbaik yang menunjukkan penguasaan materi sekaligus kreativitas penyajian karya.

Baca Juga: Respons Cepat Kemenag: Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Aceh Disalurkan

Olimpiade ini menguji penguasaan lima ruang lingkup utama studi Islam: Akidah, Al-Qur’an dan Hadis, Akhlak, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam.

Selain itu, peserta juga diuji memahami isu-isu modern seperti moderasi beragama dan ekoteologi, menegaskan bahwa ajaran Islam harus mampu merespons tantangan zaman.

Dengan pendekatan komprehensif yang tidak hanya menilai pengetahuan kognitif, tetapi juga kecakapan berpikir kritis dan pemahaman nilai-nilai luhur agama, Olimpiade PAI Nasional 2025 menjadi momentum penting bagi penguatan karakter dan daya saing pelajar nasional.***

Tags:
pendidikan berita nasional kemenag PAI

Komentar Pengguna