Panduan Membayar Fidyah bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Panduan Membayar Fidyah bagi Ibu Hamil dan Menyusui

18 Maret 2026 | 22:04

Keboncinta.com-- Bulan Ramadan merupakan waktu yang penuh keberkahan bagi umat Islam. Namun, tidak semua orang dapat menjalankan ibadah puasa secara penuh, termasuk ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui (busui) yang memiliki kekhawatiran terhadap kesehatan diri maupun bayi.

Dalam kondisi tertentu, Islam memberikan keringanan berupa kewajiban membayar fidyah bagi mereka yang tidak berpuasa dan tidak mampu menggantinya (qadha). Berikut panduan lengkap yang bisa menjadi rujukan.

Kapan Bumil dan Busui Wajib Membayar Fidyah?

Ibu hamil dan menyusui yang tidak berpuasa karena khawatir terhadap kesehatan bayi atau janin, serta tidak mampu mengganti puasa di hari lain, maka wajib membayar fidyah.

Fidyah menjadi bentuk pengganti ibadah puasa dengan cara membantu orang yang membutuhkan.

Bentuk Fidyah

Fidyah dapat diberikan dalam dua bentuk, yaitu:

  1. Makanan siap saji – 1 hari tidak puasa = 1 porsi makan untuk 1 orang miskin
  2. Bahan makanan pokok (beras) - 1 hari tidak puasa = 675 gram beras

Contoh:
Jika tidak puasa selama 10 hari, maka:

  • Memberikan 10 porsi makan, atau
  • Sekitar 6,75 kg beras

Cara Membayar Fidyah

Fidyah dapat disalurkan melalui beberapa cara:

  • Memberikan makanan siap saji kepada fakir miskin
  • Memberikan beras langsung kepada yang membutuhkan
  • Menyalurkan melalui lembaga amil zakat terpercaya

Waktu Membayar Fidyah

Fidyah dapat dibayarkan:

  • Selama bulan Ramadan, atau
  • Setelah Ramadan

Niat Membayar Fidyah

Niat fidyah cukup dilakukan dalam hati. Berikut contoh niatnya:

"Nawaitu an ukhrija fidyati fardhis shiyami lillahi ta’ala."

(Artinya: Saya niat mengeluarkan fidyah sebagai pengganti puasa wajib karena Allah Ta’ala.)

Catatan Penting

  • 1 hari tidak puasa = 1 porsi untuk 1 orang miskin
  • Fidyah harus diberikan kepada mereka yang benar-benar berhak
  • Pastikan penyaluran dilakukan dengan tepat dan amanah

Keringanan dalam Islam menunjukkan betapa agama ini sangat memperhatikan kondisi umatnya. Bagi ibu hamil dan menyusui, kesehatan diri dan bayi tetap menjadi prioritas utama.

Dengan membayar fidyah, kewajiban tetap tertunaikan tanpa mengabaikan kondisi yang ada. Semoga ibadah kita di bulan Ramadan senantiasa diterima dan membawa keberkahan.

Tags:
Ramadan Fidyah Ibu Hamil Ibu Menyusui Edukasi Islam

Komentar Pengguna