Beasiswa
Rahman Abdullah

Tak Hanya Timur Tengah, Indonesia Kini Jadi Magnet Baru Studi Islam Dunia

Tak Hanya Timur Tengah, Indonesia Kini Jadi Magnet Baru Studi Islam Dunia

12 Juni 2026 | 17:08

Keboncinta.com-- Indonesia semakin menunjukkan keseriusannya untuk menjadi salah satu pusat studi Islam terkemuka di dunia. Tidak hanya dikenal sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia kini juga mulai memperkuat posisinya sebagai destinasi pendidikan Islam yang modern, moderat, dan berdaya saing global.

Langkah tersebut diwujudkan melalui peluncuran program INSIGHT Scholarship, sebuah skema beasiswa internasional yang disiapkan Kementerian Agama bagi mahasiswa asing yang ingin menempuh pendidikan di berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia.

Program ini diharapkan mampu menarik minat mahasiswa dari berbagai negara sekaligus memperkenalkan wajah Islam Indonesia yang inklusif dan moderat kepada dunia internasional.

Baca Juga: Kemenag Gelar Nikah Massal 2026, Peserta Tak Hanya Menikah Gratis tapi Juga Berpeluang Dapat Modal Usaha

Kemenag Buka Peluang Kuliah Studi Islam bagi Mahasiswa Asing

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama, Sahiron, menjelaskan bahwa INSIGHT Scholarship dirancang khusus untuk mahasiswa internasional yang ingin memperdalam studi Islam di Indonesia.

Melalui program ini, peserta dapat memilih berbagai program studi keislaman yang tersedia di PTKIN seluruh Indonesia.

Selain beasiswa reguler, program tersebut juga menyediakan berbagai kegiatan akademik pendukung seperti short course, pelatihan khusus, serta program penguatan kapasitas akademik lainnya.

Tersedia Beasiswa Penuh dan Parsial

Salah satu daya tarik INSIGHT Scholarship adalah fleksibilitas skema pembiayaannya.

Mahasiswa internasional dapat memperoleh bantuan pendidikan dalam bentuk beasiswa penuh (full scholarship) maupun beasiswa parsial (partly scholarship), sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pendanaan program ini berasal dari Kementerian Agama serta PTKIN yang telah menerapkan sistem pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU).

Sejumlah PTKIN bahkan telah menyediakan kuota khusus bagi mahasiswa asing menggunakan dana yang berasal dari pendapatan institusi masing-masing.

Dengan skema tersebut, perguruan tinggi keagamaan Islam tidak hanya melayani mahasiswa dalam negeri, tetapi juga semakin terbuka terhadap mahasiswa dari berbagai belahan dunia.

Baca Juga: Pesantren Se-Indonesia Bersatu, Perkuat Perlindungan Anak dan Jaga Moral Generasi Bangsa

Akan Diperkenalkan kepada Kalangan Diplomatik Asing

Kementerian Agama berencana memperkenalkan INSIGHT Scholarship kepada perwakilan diplomatik berbagai negara dalam sebuah pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Juni 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi internasionalisasi pendidikan tinggi keagamaan Islam Indonesia sekaligus mendukung target nasional peningkatan jumlah mahasiswa asing yang belajar di Indonesia.

Menurut Sahiron, pemerintah memiliki ambisi besar untuk meningkatkan daya tarik perguruan tinggi Indonesia di mata dunia.

Bahkan Presiden menargetkan Indonesia mampu menarik sedikitnya 100 ribu mahasiswa internasional pada tahun 2029, baik di perguruan tinggi umum maupun perguruan tinggi keagamaan.

PTKIN Indonesia Semakin Diakui Dunia

Optimisme pemerintah bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, reputasi PTKIN Indonesia terus meningkat di tingkat internasional.

Berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2026 pada bidang Theology, Divinity and Religious Studies, sejumlah PTKIN berhasil masuk jajaran kampus terbaik dunia.

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berhasil menempati peringkat ke-29 dunia.

Sementara itu, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berada di posisi ke-37 dunia.

Sedangkan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang masuk kelompok peringkat 101–150 dunia.

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan dan riset di PTKIN Indonesia semakin mendapatkan pengakuan internasional.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan! Baru 10 Persen Santri Indonesia Nikmati Program Makan Bergizi Gratis, Menag Dorong Perluasan Cepat

Perkenalkan Islam Moderat Indonesia ke Dunia

Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Ani Nigeriawati, menilai INSIGHT Scholarship memiliki nilai strategis yang jauh lebih besar dibanding sekadar program pendidikan.

Menurutnya, beasiswa ini dapat menjadi sarana diplomasi budaya dan keagamaan untuk memperkenalkan praktik moderasi beragama yang berkembang di Indonesia.

Mahasiswa asing yang belajar di Indonesia diharapkan dapat membawa pengalaman tentang Islam yang moderat, toleran, inklusif, dan rahmatan lil alamin ketika kembali ke negara masing-masing.

Dengan demikian, Indonesia tidak hanya mengekspor pendidikan, tetapi juga nilai-nilai perdamaian dan keberagaman yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan beragama di Tanah Air.

Peluang Indonesia Menjadi Pusat Studi Islam Global

Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat studi Islam dunia.

Keberagaman budaya, pengalaman panjang dalam praktik moderasi beragama, serta perkembangan kajian akademik Islam yang semakin maju menjadi modal kuat untuk menarik mahasiswa dari Asia, Eropa, Amerika, hingga kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Kemenhaj Minta Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun, Ini Alasan Persiapan Haji 2027 Dimulai Lebih Awal

Karena itu, PTKIN terus didorong memperkuat kualitas akademik, meningkatkan riset internasional, serta memperluas kerja sama global agar semakin kompetitif di tingkat dunia.

Melalui INSIGHT Scholarship, Indonesia tidak hanya membuka pintu bagi mahasiswa internasional untuk belajar, tetapi juga mempertegas posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan studi Islam modern yang diperhitungkan di dunia.***

Tags:
pendidikan kemenag beasiswa

Komentar Pengguna