Internasional
Rahman Abdullah

Paspor Haji Rusak Saat di Arab Saudi? Ini Langkah Cepat yang Harus Dilakukan Jemaah

Paspor Haji Rusak Saat di Arab Saudi? Ini Langkah Cepat yang Harus Dilakukan Jemaah

25 Mei 2026 | 11:01

Keboncinta.com-- Menjalankan ibadah haji di Tanah Suci tentu menjadi momen penuh harapan bagi setiap jemaah. Namun di tengah padatnya aktivitas ibadah dan mobilitas tinggi, persoalan administrasi seperti paspor rusak kerap muncul tanpa diduga.

Mulai dari terkena air, sobek, terlipat, hingga mengalami kerusakan saat proses administrasi di maktab, kondisi ini sering memicu kecemasan di kalangan jemaah—terutama menjelang jadwal kepulangan ke Indonesia.

Kabar baiknya, pemerintah melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah memastikan jemaah tidak perlu panik karena mekanisme penanganan cepat telah disiapkan.

Lalu, apa yang harus dilakukan jika paspor rusak saat berada di Arab Saudi? Berikut penjelasannya.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! Ini Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah di Bulan Zulhijah Beserta Jadwal Pelaksanaannya

KJRI Jeddah Siapkan Mekanisme Cepat untuk Paspor Rusak

Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah telah memperkuat sistem penanganan dokumen jemaah haji yang mengalami kerusakan paspor selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.

Staf Teknis Imigrasi KJRI Jeddah, Okky Aditya Yaqsa, menjelaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan bersama petugas Daerah Kerja (Dakar) Makkah dan Madinah untuk mempercepat pelaporan serta proses administrasi paspor bermasalah.

Artinya, ketika jemaah menemukan kondisi paspor tidak lagi layak digunakan—baik karena basah, sobek, tertekuk, maupun kerusakan lain—penanganannya dapat segera dilakukan tanpa menunggu terlalu lama.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kepulangan jemaah ke Indonesia tetap berjalan lancar sesuai jadwal penerbangan.

Baca Juga: Jangan Sampai Salah! Ini Panduan Lengkap Puasa Tarwiyah dan Arafah, dari Niat hingga Berbuka

Jangan Simpan Masalah Sendiri, Segera Lapor ke Petugas

Salah satu hal penting yang ditekankan KJRI Jeddah adalah pentingnya pelaporan sedini mungkin.

Jemaah yang mengetahui paspornya mengalami kerusakan diimbau agar tidak mencoba menyelesaikan sendiri atau menunda laporan hingga mendekati waktu pulang. Sebaliknya, mereka diminta segera menghubungi petugas pendamping, ketua kloter, maupun petugas daerah kerja yang bertugas di lokasi.

Dengan laporan yang cepat, proses koordinasi bersama pihak KJRI dapat langsung dilakukan sehingga potensi hambatan administrasi saat keberangkatan pulang bisa dicegah sejak awal.

Baca Juga: Tak Mau Ada Sengketa Wakaf! Kemenag Perketat Penerbitan Akta Wakaf Tanah, Pengawasan Kini Makin Ketat

Kerusakan Paspor Tidak Otomatis Menghambat Kepulangan

Banyak jemaah khawatir paspor rusak akan membuat mereka tertahan di Arab Saudi atau mengalami masalah saat pemeriksaan imigrasi.

Namun pemerintah memastikan bahwa sistem percepatan telah dipersiapkan agar kasus seperti ini dapat segera diatasi. Selama kerusakan segera dilaporkan dan diproses sesuai mekanisme, peluang munculnya kendala serius dapat diminimalkan.

Karena itu, jemaah diharapkan tetap tenang dan fokus menjalankan ibadah tanpa dibayangi kekhawatiran administratif.

Baca Juga: 130 Manuskrip Aceh Direstorasi, Isi Naskah Kuno Ini Bisa Ubah Cara Kita Memahami Sejarah Islam Nusantara

Pemerintah Pastikan Jemaah Tetap Aman dan Nyaman Beribadah

Adanya prosedur percepatan dari KJRI Jeddah menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan maksimal bagi jemaah haji Indonesia di luar negeri.

Selain memastikan aspek ibadah berjalan lancar, pemerintah juga berupaya menjaga kenyamanan dan rasa aman jemaah dari persoalan administrasi yang berpotensi mengganggu perjalanan pulang.

Dengan koordinasi yang semakin cepat dan responsif, jemaah yang mengalami paspor rusak di Arab Saudi diharapkan tetap dapat kembali ke Indonesia tepat waktu tanpa hambatan berarti.***

Tags:
Jemaah haji indonesia Internasional haji

Komentar Pengguna