Keboncinta.com-- Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi mengumumkan rencana pembukaan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap ketiga dan keempat pada tahun 2026.
Pada setiap tahap, BGN menyiapkan sebanyak 32.460 formasi yang dapat dilamar oleh masyarakat umum, sehingga total peluang yang tersedia mencapai puluhan ribu posisi.
Kebijakan ini menjadi langkah strategis BGN dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan organisasi.
Penambahan tenaga PPPK tersebut diarahkan untuk mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas nasional, khususnya di bidang pemenuhan gizi masyarakat dan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Indonesia.
Baca Juga: Biaya Makan Jamaah Haji Dipangkas, Porsi Justru Ditambah? Ini Penjelasan Kemenag
Sebelumnya, BGN telah melaksanakan rekrutmen PPPK dalam dua tahap awal. Pada tahap pertama yang digelar tahun 2025, lebih dari 2.000 pegawai berhasil lolos seleksi dan resmi menyandang status aparatur sipil negara (ASN) melalui jalur PPPK sejak 1 Juli 2025.
Rekrutmen kemudian dilanjutkan pada tahap kedua dengan skala yang jauh lebih besar, yakni sekitar 32.000 formasi.
Mayoritas posisi pada tahap ini diperuntukkan bagi kebutuhan pelayanan di tingkat lapangan guna menunjang operasional program-program gizi nasional. Saat ini, proses seleksi tahap kedua telah memasuki fase administrasi.
Berdasarkan jadwal yang disiapkan, pengangkatan PPPK hasil seleksi tahap kedua diperkirakan mulai berlaku pada 1 Februari 2026.
Baca Juga: Tegas! Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar Kawasan Hutan Nasional
Setelah melalui koordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), BGN kemudian memastikan pembukaan rekrutmen tahap ketiga dan keempat secara resmi.
Rekrutmen PPPK tahap 3 dan 4 ini dibuka untuk pelamar dari kalangan umum, termasuk lulusan perguruan tinggi serta tenaga profesional lain yang memenuhi persyaratan dan kualifikasi administrasi.
Kebijakan ini diharapkan dapat menjaring talenta terbaik dari berbagai latar belakang untuk memperkuat kinerja BGN.
Tidak hanya menambah jumlah ASN berstatus PPPK di lingkungan BGN, pembukaan formasi dalam jumlah besar ini juga diharapkan mampu memperkuat dukungan operasional program nasional di sektor kesehatan dan gizi masyarakat.
Baca Juga: Kemendikdasmen Siapkan Link Simulasi TKA SD dan SMP 2026, Ini Tujuan dan Manfaatnya
Dengan kebutuhan tenaga yang terus meningkat, keberadaan SDM baru menjadi faktor penting dalam menjamin keberlanjutan program prioritas pemerintah.
Dengan kuota formasi yang sangat besar dan akses terbuka bagi masyarakat umum, peluang berkarier sebagai ASN melalui jalur PPPK di Badan Gizi Nasional pada 2026 dinilai semakin terbuka lebar.***