Keboncinta.com-- Harimau Tasmania telah lama dikenal sebagai salah satu simbol kepunahan akibat campur tangan manusia. Namun, sebuah terobosan ilmiah terbaru kembali menghadirkan harapan baru.
Para peneliti berhasil mengekstraksi RNA dari spesimen harimau Tasmania yang telah disimpan selama lebih dari satu abad. Penemuan ini tidak hanya membuka peluang memahami kehidupan spesies yang telah punah, tetapi juga berpotensi menjadi langkah penting dalam pengembangan teknologi konservasi dan penelitian genetika di masa depan.
Dunia sains kembali mencatat pencapaian penting melalui keberhasilan para ilmuwan mengekstraksi Asam Ribonukleat (RNA) dari harimau Tasmania, hewan yang telah dinyatakan punah hampir satu abad lalu.
Penelitian tersebut menjadi tonggak baru dalam bidang paleogenetika karena untuk pertama kalinya RNA berhasil diperoleh dari spesies yang sudah tidak lagi hidup di bumi.
Baca Juga: Tahukah Anda? Inilah Ilmu yang Menjadi Dasar Google Maps, Simak Sejarah dan Perkembangan Geografi
Penelitian dilakukan oleh tim ilmuwan di Pusat Palaeogenetika dan SciLifeLab, Swedia, menggunakan spesimen harimau Tasmania yang diawetkan sejak tahun 1891 di sebuah museum di Stockholm. Selama ini para peneliti lebih banyak memanfaatkan DNA untuk mempelajari organisme purba, sedangkan RNA dianggap jauh lebih sulit bertahan karena sifatnya yang mudah rusak.
Keberhasilan menemukan RNA dari spesimen berusia lebih dari 130 tahun tersebut membuka peluang baru untuk memahami bagaimana sel-sel hewan yang telah punah bekerja sebelum kematiannya. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat membantu ilmuwan mengungkap mekanisme biologis yang selama ini belum diketahui.
Harimau Tasmania atau Thylacine merupakan hewan berkantung karnivora yang dahulu hidup di Australia dan Pulau Tasmania. Predator ini dikenal sebagai pemburu utama berbagai satwa kecil hingga kanguru. Namun, perburuan besar-besaran dan aktivitas manusia membuat populasinya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan punah setelah individu terakhir mati di Kebun Binatang Tasmania pada tahun 1936.
Baca Juga: Apa Itu Sosiologi? Kenali Pengertian, Objek Kajian, dan Ciri-Cirinya yang Wajib Dipahami Pelajar
Dalam ilmu biologi, RNA memiliki fungsi yang berbeda dengan DNA. DNA menyimpan informasi genetik suatu organisme, sedangkan RNA bertugas membawa informasi tersebut untuk menghasilkan protein yang dibutuhkan tubuh serta mengatur berbagai aktivitas metabolisme sel.
Menurut ahli genetika dan bioinformatika Emilio Mármol Sánchez, pengurutan RNA memberikan gambaran yang jauh lebih rinci mengenai kondisi biologis suatu organisme ketika masih hidup. Melalui RNA, para ilmuwan dapat mengetahui bagaimana gen bekerja dan bagaimana metabolisme berlangsung pada jaringan harimau Tasmania sebelum spesies tersebut punah.
Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Genome Research juga memunculkan pertanyaan baru mengenai kemampuan RNA bertahan dalam jangka waktu sangat panjang. Selama ini banyak ilmuwan beranggapan RNA tidak dapat bertahan lama, tetapi spesimen yang disimpan pada suhu ruang di museum ternyata masih menyimpan materi genetik yang dapat dianalisis.
Spesimen harimau Tasmania yang digunakan berada dalam kondisi semi-mumifikasi. Bagian kulit, otot, dan tulangnya masih terawetkan dengan baik, meskipun organ dalamnya sudah tidak lagi ada. Kondisi tersebut memungkinkan para peneliti memperoleh RNA dari jaringan yang masih tersisa.
Baca Juga: Rekap Hari Efektif Belajar Tahun Ajaran 2026/2027: Total 262 Hari, Acuan Menyusun Prota dan Promes
Keberhasilan ini juga memberikan harapan baru bagi penelitian mengenai spesies-spesies yang telah punah lainnya. Selain mendukung upaya memahami evolusi dan kepunahan, data RNA dapat menjadi sumber informasi penting dalam penelitian penyakit, adaptasi lingkungan, hingga kemungkinan pengembangan teknologi konservasi di masa depan.
Meski demikian, para ilmuwan menegaskan bahwa penemuan RNA bukan berarti harimau Tasmania dapat segera dihidupkan kembali. Teknologi untuk mengembalikan spesies yang telah punah masih menghadapi banyak tantangan ilmiah, etika, dan teknis yang harus diselesaikan.
Bagi dunia ilmu pengetahuan, keberhasilan mengekstraksi RNA dari harimau Tasmania merupakan pencapaian luar biasa. Penelitian ini memperluas pemahaman mengenai materi genetik purba sekaligus membuka jalan bagi eksplorasi lebih lanjut tentang kehidupan organisme yang telah lama menghilang dari bumi.
Dengan terus berkembangnya teknologi genetika, bukan tidak mungkin semakin banyak rahasia sejarah kehidupan yang dapat diungkap melalui penelitian serupa pada masa mendatang.***