Berita
SUWANDI

Peresmian Gapura Pecinan dan Festival Kue Bulan 2026: Upaya Menghidupkan Kembali Wisata Kuliner dan Budaya Tionghoa di Cirebon

Peresmian Gapura Pecinan dan Festival Kue Bulan 2026: Upaya Menghidupkan Kembali Wisata Kuliner dan Budaya Tionghoa di Cirebon

27 September 2026 | 07:43

CIREBON – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Cirebon menggelar rangkaian acara Peresmian Gapura Pecinan & Festival Kue Bulan 2026 yang dipusatkan di area Jalan Winaon, Kota Cirebon.

Kegiatan meriah yang berlangsung pada 25–27 September 2026 ini menghadirkan perpaduan antara tradisi budaya, pesta kuliner, hingga pertunjukan seni lokal dan Tionghoa. 

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan Talk Show Interaktif pada hari pertama. Puncak kemeriahan terjadi pada hari kedua (26 September 2026) yang diawali dengan Carnaval Festival Kue Bulan.

Karnaval budaya ini melintasi rute dari Vihara Dewi Welas Asih / Jalan BAT, menyusuri Jalan Pasuketan, hingga berujung di Gapura Winaon. Berbagai kebudayaan tampil memukau dalam karnaval tersebut, mulai dari Prajurit Keraton, Tari Topeng Sekar Pandan, Barongsai Liong TKS, Peranakan Story, hingga parade Mobil Kue Bulan. Usai karnaval, Walikota Cirebon secara resmi meresmikan Gapura Pecinan Cirebon. 

Di sela-sela peresmian tersebut, Pegiat Budaya Tionghoa asal Cirebon, Jeremy Huang, sempat bertemu langsung dengan Walikota Cirebon. Dalam kesempatan itu, Jeremy menyampaikan aspirasi agar Pemerintah Kota Cirebon menjadikan festival kuliner Pecinan sebagai agenda tahunan yang tetap.

"Kami berharap Pemkot Cirebon dapat mengagendakan Festival Kuliner Pecinan ini menjadi agenda tetap, seperti di Jalan Cibadak, Bandung, yang secara rutin menampilkan aneka makanan tradisional Tionghoa," ujar Jeremy Huang.

Jeremy mengenang, pada era 1970 hingga 1990-an, kawasan Kanoman dan Pecinan Cirebon sangat semarak dengan pedagang makanan dan kue-kue tradisional khas Tionghoa. Salah satu ikon kuliner legendaris yang pernah ada di Kanoman pada masa itu adalah Restoran Masakan China 'Nan King'.

Ia menambahkan, momentum perayaan seperti Imlek maupun Tiong Ciu Pia (Festival Kue Bulan) sebaiknya terus dipusatkan di kawasan Pecinan Cirebon dengan menghadirkan pertunjukan tarian, atraksi budaya, serta aneka kuliner khas.

"Dulu segala macam masakan dan kue tradisional khas China ada di Kanoman dan Pecinan. Jika ini dijadikan agenda rutin, tentu dapat memutar roda perekonomian, menghidupkan kembali sektor perdagangan, sekaligus menjadi magnet pariwisata yang kuat bagi Kota Cirebon," pungkasnya.

Selain karnaval dan peresmian gapura, perhelatan Festival Kue Bulan 2026 ini juga diisi dengan bazaar kuliner UMKM Kota Cirebon, panggung pentas seni, hingga penyerahan penghargaan bagi para pengisi acara. Kue bulan (mooncake) sendiri disajikan sebagai simbol keutuhan, keharmonisan, dan reuni keluarga dalam tradisi Pertengahan Musim Gugur. (swd)

 

Tags:
Jeremy Huang Cirebon Tradisi tionghoa

Komentar Pengguna