Pendidikan
Rahman Abdullah

Peserta TKA dan AN 2026 Meningkat, Hampir 500 Ribu Siswa MA Sudah Terdaftar

Peserta TKA dan AN 2026 Meningkat, Hampir 500 Ribu Siswa MA Sudah Terdaftar

04 Oktober 2026 | 19:33

Keboncinta.com-- Partisipasi siswa Madrasah Aliyah (MA) dalam mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) 2026 menunjukkan perkembangan positif. Jumlah peserta didik MA yang melakukan pendaftaran tahun ini meningkat dibandingkan dengan pelaksanaan pada 2025.

Kasubdit Kurikulum Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama, Abdul Basit, mengatakan peningkatan tersebut terlihat dari jumlah siswa yang telah terdaftar dalam TKA dan AN tahun ini.

Menurutnya, pendaftaran yang berlangsung selama dua bulan, mulai 27 Juli hingga 27 September 2026, berhasil menjaring 495.084 siswa MA.

Jumlah tersebut mencapai 95,64 persen dari keseluruhan siswa MA yang tercatat sebanyak 517.650 orang. Angka partisipasi ini menunjukkan semakin tingginya keterlibatan siswa madrasah dalam pelaksanaan asesmen dan tes akademik nasional.

Baca Juga: Kemenag Bekali Ribuan ASN Jelang Pensiun, Ada Literasi Keuangan hingga UMKM 

Jumlah pendaftar naik dibandingkan tahun lalu

Jika dibandingkan dengan pelaksanaan 2025, peningkatan jumlah peserta TKA dan AN dari jenjang MA cukup terlihat. Pada tahun lalu, tercatat 445.184 siswa yang melakukan pendaftaran.

Jumlah tersebut setara dengan 86,51 persen dari total 514.627 siswa MA pada 2025. Dengan demikian, baik dari jumlah peserta maupun persentasenya, partisipasi siswa MA tahun ini mengalami kenaikan.

Abdul Basit juga menyampaikan bahwa persentase pendaftar dari MA pada 2026 sedikit melampaui angka partisipasi siswa SMA yang berada di kisaran 95,55 persen.

Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa keterlibatan madrasah dalam program TKA dan AN semakin kuat. Madrasah juga dinilai semakin siap mengikuti rangkaian asesmen yang dilaksanakan secara nasional.

Jadwal TKA dan AN 2026

Pelaksanaan TKA dan AN 2026 reguler akan dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama dijadwalkan berlangsung pada 26 hingga 29 Oktober 2026, sedangkan gelombang kedua dilaksanakan pada 2 sampai 5 November 2026.

Selain jadwal reguler, tersedia pula pelaksanaan gelombang khusus. Untuk mata pelajaran wajib, ujian dijadwalkan pada 31 Oktober hingga 1 November 2026. Sementara mata pelajaran pilihan akan dilaksanakan pada 7 hingga 8 November 2026.

Bagi peserta yang berhalangan mengikuti ujian sesuai jadwal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga menyiapkan pelaksanaan ujian susulan. Rangkaian ujian susulan tersebut akan digelar secara bertahap pada 16 hingga 29 November 2026.

Sementara itu, hasil TKA 2026 dijadwalkan diumumkan pada 23 Desember 2026.

Baca Juga: Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Guru dan Tenaga Kependidikan Ikut Diatur 

Validitas data siswa menjadi perhatian utama

Di balik meningkatnya jumlah peserta, madrasah juga perlu memastikan data siswa selalu dalam kondisi valid. Abdul Basit menjelaskan bahwa TKA dan AN merupakan program rutin yang diperuntukkan bagi siswa kelas XII MA dan SMA.

Persiapan untuk pelaksanaan program tersebut tidak hanya dilakukan ketika pendaftaran dibuka. Prosesnya telah dipersiapkan sejak awal tahun, mulai Januari hingga memasuki masa pendaftaran.

Pemutakhiran data secara berkala diperlukan karena terdapat kemungkinan siswa berpindah sekolah atau madrasah. Data yang tidak sesuai dapat menyebabkan siswa mengalami kendala ketika hendak mengikuti proses pendaftaran.

Karena itu, madrasah perlu melakukan pengecekan data secara rutin agar seluruh siswa yang memenuhi ketentuan dapat terakomodasi dalam pelaksanaan TKA dan AN.

Madrasah diminta rutin memperbarui data

Abdul Basit mengingatkan madrasah untuk memastikan data peserta didik sudah benar sebelum menerima siswa pindahan. Data yang terdapat dalam sistem EMIS maupun Dapodik perlu diperiksa agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Selain itu, pembaruan data siswa di EMIS juga harus dilakukan secara berkala. Madrasah perlu memastikan seluruh peserta didik tercatat sebagai siswa aktif sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Koordinasi dengan operator EMIS di tingkat Kemenag kabupaten atau kota juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketepatan data. Komunikasi yang baik dapat membantu madrasah segera menyelesaikan persoalan apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam sistem.

Dengan pengelolaan data yang tertib, siswa MA diharapkan tidak mengalami hambatan ketika memasuki tahapan pendaftaran maupun pelaksanaan TKA dan AN.

Baca Juga: Kemenag Buka Sayembara Surat Santri untuk Presiden hingga 2 Oktober 2026, Ini Tema dan Syaratnya 

Karena itu, setiap tahun madrasah perlu memastikan seluruh siswanya tercatat secara aktif dan tidak masuk dalam kategori residu pada proses verifikasi dan validasi peserta didik. Langkah tersebut menjadi bagian penting agar keikutsertaan siswa dalam TKA dan AN dapat berjalan lancar.***

Tags:
TKA AN 2026 siswa MA

Komentar Pengguna