Keboncinta.com-- Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bersama pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, tokoh-tokoh agama, serta para pengasuh pondok pesantren di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 3 Februari 2026.
Agenda ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum dialog strategis antara Kepala Negara dan para pemuka agama dalam membahas isu-isu kebangsaan dan keumatan.
Pertemuan tersebut mencerminkan komitmen Presiden Prabowo untuk membangun komunikasi yang erat dengan kalangan ulama dan tokoh pesantren.
Suasana diskusi berlangsung terbuka dan hangat, memberi ruang bagi pertukaran pandangan serta gagasan terkait arah pembangunan nasional yang inklusif dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Baca Juga: Siswa Eligible Wajib Tahu, Ini Langkah Amankan Data SNPMB untuk SNBP 2026
Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan yang ketiga kalinya Presiden Prabowo bersilaturahmi dengan ormas-ormas Islam sejak menjabat.
Dalam dialog tersebut, sejumlah isu strategis menjadi perhatian utama, salah satunya rencana pembangunan kampung haji di Arab Saudi yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan jemaah haji Indonesia.
Selain itu, pembahasan juga mencakup pengembangan Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU) sebagai instrumen penting dalam memperkuat ekonomi keumatan.
Pemerintah mendorong agar pengelolaan dana umat ke depan dilakukan secara lebih profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Baca Juga: Rekrutmen PPPK SPPG 2026, BGN Pastikan Proses Transparan dan Sesuai Aturan
Menurut Menteri Agama, penguatan LPDU tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan umat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi berbasis nilai keadilan dan kebersamaan.
Dana umat diharapkan mampu dikelola secara produktif untuk mendukung pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo membuka ruang komunikasi yang intensif dengan para tokoh agama.
Diskusi berlangsung dinamis dan sarat gagasan konstruktif, mencerminkan keseriusan Presiden dalam mendengar langsung aspirasi ulama dan pimpinan pondok pesantren.
Baca Juga: Menag Pasang Badan Soal Integritas: “Jangan Main-Main dengan Kementerian Agama!”
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga persatuan, memperkuat peran keumatan, serta merawat kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.***