Puasa Tetap Aman bagi Penderita Maag, Ini Pola Makan yang Dianjurkan

Puasa Tetap Aman bagi Penderita Maag, Ini Pola Makan yang Dianjurkan

23 Februari 2026 | 11:48

Keboncinta.com-- Berpuasa bagi penderita maag memang kerap menjadi tantangan. Perubahan jam makan dan kondisi lambung yang lebih lama kosong sering memicu keluhan seperti perih, mual, hingga nyeri di ulu hati.

Meski demikian, puasa tetap dapat dijalani dengan aman dan nyaman jika disertai pengelolaan pola makan yang tepat.

Langkah paling mendasar yang tidak boleh diabaikan adalah sahur. Waktu makan ini berperan sebagai “pelindung” lambung agar tidak terlalu lama dalam kondisi kosong.

Sahur membantu menekan produksi asam lambung berlebih selama menjalani puasa seharian.

Baca Juga: Tunjangan PPG 2025 Guru Non-ASN Segera Cair, Ini Tanda dan Langkah Penting yang Wajib Dicek

Pemilihan menu sahur juga perlu diperhatikan. Penderita maag dianjurkan mengonsumsi makanan yang mudah dicerna dan tidak memicu iritasi lambung.

Karbohidrat kompleks seperti nasi, oatmeal, atau kentang rebus mampu memberikan energi lebih stabil dan menjaga perut terasa lebih nyaman.

Sebaliknya, makanan pedas, asam, terlalu berminyak, serta minuman berkafein sebaiknya dihindari baik saat sahur maupun berbuka.

Jenis makanan tersebut berpotensi memperparah gejala maag. Sebagai alternatif, pilih lauk berprotein rendah lemak seperti ayam rebus, ikan, tahu, atau tempe yang lebih ramah bagi sistem pencernaan.

Saat waktu berbuka tiba, penting untuk tidak langsung makan dalam jumlah besar. Awali berbuka dengan porsi kecil dan tekstur lembut, misalnya air hangat, kurma secukupnya, atau sup ringan.

Baca Juga: Dari Desa Nyaris Lumpuh Jadi Percontohan Nasional: Kisah Garitan Kalongliud Bangkitkan 35 Hektar Lahan Tidur dan Dongkrak Pendapatan Petani 65 Persen

Setelah lambung mulai beradaptasi, makanan utama dapat dikonsumsi secara perlahan agar tidak menimbulkan rasa perih mendadak.

Pola makan di antara waktu berbuka hingga sahur juga berpengaruh besar terhadap kondisi lambung.

Hindari kebiasaan langsung berbaring setelah makan malam karena dapat memicu naiknya asam lambung. Idealnya, beri jeda sekitar dua hingga tiga jam sebelum tidur agar proses pencernaan berjalan optimal.

Selain makanan, kecukupan cairan tidak boleh diabaikan. Minum air putih secara bertahap dari waktu berbuka hingga sahur membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mengurangi risiko iritasi lambung.

Minuman bersoda dan terlalu manis sebaiknya dibatasi karena dapat memperburuk keluhan maag.

Baca Juga: Skema Pengangkatan PNS ke Jabatan Fungsional 2026, Ini Arah Baru Karier ASN

Bagi penderita maag kronis, puasa sebaiknya tetap dijalani dengan mengikuti anjuran tenaga kesehatan.

Pengaturan waktu konsumsi obat, bila diperlukan, dapat membantu menjaga kondisi lambung tetap stabil sehingga ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih tenang dan optimal.***

Tags:
Khazanah Islam Puasa Ramadhan

Komentar Pengguna