Keboncinta.com-- Bulan Zulhijah menjadi salah satu momen istimewa yang dinanti umat Islam. Selain identik dengan ibadah haji dan Hari Raya Idul Adha, bulan ini juga dipenuhi amalan sunnah yang memiliki pahala besar. Di antara ibadah yang sangat dianjurkan adalah puasa Tarwiyah dan puasa Arafah.
Sayangnya, masih banyak umat Muslim yang belum memahami perbedaan, waktu pelaksanaan, hingga keutamaan dari kedua puasa sunnah tersebut. Padahal, amalan ini diyakini membawa keberkahan besar dan menjadi kesempatan untuk meraih ampunan Allah SWT.
Lantas, kapan puasa Tarwiyah dan Arafah dilaksanakan? Apa saja keutamaannya? Berikut penjelasan lengkapnya.
Baca Juga: Jangan Sampai Salah! Ini Panduan Lengkap Puasa Tarwiyah dan Arafah, dari Niat hingga Berbuka
Mengenal Puasa Tarwiyah dan Arafah di Bulan Zulhijah
Puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan dua ibadah sunnah yang dikerjakan pada bulan Zulhijah, tepat menjelang Hari Raya Idul Adha.
Puasa Tarwiyah dilakukan pada 8 Zulhijah, sedangkan puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Zulhijah, atau sehari sebelum Idul Adha. Kedua puasa ini memiliki nilai spiritual tinggi karena bertepatan dengan rangkaian pelaksanaan ibadah haji.
Puasa Tarwiyah menjadi bagian awal dari momentum haji ketika para jamaah mulai mempersiapkan diri menuju puncak ibadah, yakni wukuf di Padang Arafah. Sementara puasa Arafah dilaksanakan bertepatan saat jamaah haji menjalani wukuf.
Keutamaan Puasa Tarwiyah yang Jarang Diketahui
Puasa Tarwiyah dipercaya memiliki keutamaan besar bagi umat Islam yang mengerjakannya. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa amalan ini dapat menjadi sarana penghapus dosa setahun sebelumnya.
Tak hanya itu, puasa Tarwiyah juga dikaitkan dengan pahala kesabaran luar biasa seperti yang dimiliki Nabi Ayub AS. Dalam riwayat yang dikutip dari Kitab Nuzhah Al-Majalis wa Muntakhab Al-Nafais, disebutkan bahwa orang yang menjalankan puasa Tarwiyah akan memperoleh pahala seperti kesabaran Nabi Ayub dalam menghadapi ujian hidup.
Keutamaan tersebut menjadikan puasa Tarwiyah sebagai salah satu amalan sunnah yang sayang untuk dilewatkan selama bulan haji.
Puasa Arafah dan Janji Penghapusan Dosa Dua Tahun
Berbeda dengan puasa Tarwiyah, puasa Arafah memiliki keutamaan yang lebih dikenal luas di kalangan umat Islam.
Puasa ini sangat dianjurkan bagi Muslim yang tidak sedang menjalankan ibadah haji. Sementara bagi jamaah haji, puasa Arafah tidak disunnahkan karena mereka tengah menjalani rangkaian ibadah utama di Padang Arafah.
Keutamaan terbesar puasa Arafah adalah penghapusan dosa selama dua tahun, yakni dosa kecil di masa lalu dan yang akan datang. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim:
“Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan akan datang.” (HR Muslim)
Selain itu, Hari Arafah juga disebut sebagai salah satu waktu ketika Allah SWT membebaskan banyak hamba-Nya dari api neraka.
Momentum Meraih Berkah di Bulan Zulhijah
Bulan Zulhijah bukan sekadar waktu persiapan menuju Idul Adha, tetapi juga kesempatan memperbanyak amal ibadah. Melalui puasa Tarwiyah dan Arafah, umat Islam memiliki peluang besar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperbaiki kualitas spiritual.
Karena itu, momentum istimewa ini sebaiknya tidak disia-siakan. Dengan menjalankan puasa sunnah di bulan Zulhijah, diharapkan setiap Muslim dapat meraih keberkahan, ampunan, dan pahala berlimpah menjelang Hari Raya Kurban.***