Keboncinta.com — Perkataan buruk dapat melukai harga diri, menimbulkan kesedihan, bahkan memicu perselisihan. Ketika menghadapi hinaan atau ucapan yang menyakitkan, seseorang perlu menjaga hati dan lisan agar tidak membalas keburukan dengan keburukan.
Dalam Islam, doa menjadi salah satu cara untuk memohon pertolongan Allah ketika menghadapi tekanan. Al-Qur’an dan hadis mengajarkan doa agar seorang hamba memperoleh kesabaran, perlindungan, serta keteguhan dalam menghadapi orang yang berbuat zalim.
Berikut beberapa doa yang dapat diamalkan.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menceritakan seorang nabi yang disakiti oleh kaumnya, tetapi tetap berdoa:
Arab:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِقَوْمِي فَإِنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Latin:
Allahummaghfir liqaumi fa innahum la ya‘lamun.
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.”
Doa ini menunjukkan teladan keluhuran akhlak seorang nabi yang tidak membalas perlakuan buruk dengan kebencian. Meski demikian, doa tersebut tidak berarti seseorang harus membiarkan penghinaan atau kezaliman terus terjadi.
Baca Juga: Hak Dirampas dan Dizalimi? Ini Doa Memohon Keadilan kepada Allah
Doa ini terdapat dalam Surah Yunus ayat 85–86. Doa tersebut diucapkan oleh pengikut Nabi Musa ketika menghadapi kaum yang zalim.
Arab:
عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Latin:
‘Alallahi tawakkalna, rabbana la taj‘alna fitnatan lil-qaumizh-zhalimin, wa najjina birahmatika minal-qaumil-kafirin.
Artinya:
“Kepada Allah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari kaum yang kafir.”
Doa ini dapat menjadi pengingat agar tetap bertawakal ketika menghadapi fitnah, tekanan, atau ucapan yang merugikan.
Allah mengabadikan doa dalam Surah Al-Baqarah ayat 250:
Arab:
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Latin:
Rabbana afrigh ‘alaina shabran wa tsabbit aqdamana wanshurna ‘alal-qaumil-kafirin.
Artinya:
“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami menghadapi kaum yang kafir.”
Doa ini mengajarkan bahwa kesabaran dan keteguhan merupakan hal yang patut dimohonkan kepada Allah. Ketika menghadapi perkataan buruk, seorang Muslim dapat mengamalkannya agar tetap tenang dan tidak terburu-buru merespons.
Arab:
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
Latin:
Hasbunallahu wa ni‘mal-wakil.
Artinya:
“Cukuplah Allah menjadi penolong kami, dan Dia sebaik-baik pelindung.”
Bacaan ini terdapat dalam Surah Ali ‘Imran ayat 173. Dzikir tersebut mengingatkan bahwa pertolongan Allah menjadi sandaran utama ketika seseorang menghadapi ancaman atau tekanan.
Baca Juga: Jangan Langsung Pulang Setelah Mengaji, Ini Adab dan Doa Sesuai Sunnah Rasulullah
Membaca doa dapat membantu seseorang mengarahkan hati kepada Allah dan mengingat pentingnya mengendalikan diri. Namun, ketenangan bukan berarti harus menerima perlakuan tidak adil tanpa tindakan.
Jika perkataan buruk berupa ancaman, perundungan, atau fitnah yang merugikan, seseorang dapat menetapkan batasan, mencari dukungan, dan menempuh langkah yang tepat. Doa, kesabaran, serta ikhtiar menjaga diri dapat berjalan beriringan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir