Khazanah
Tegar Bagus Pribadi

Sains Menemukan Cara Tumbuhan 'Berteriak' Saat Terluka

Sains Menemukan Cara Tumbuhan 'Berteriak' Saat Terluka

28 Mei 2026 | 11:49

keboncinta.com--  Selama ini, manusia memandang dunia tumbuh-tumbuhan sebagai kerajaan makhluk hidup yang sunyi, pasif, dan statis. Ketika sebatang pohon ditebang, rumput diinjak, atau daun-daun dipetik, kita berasumsi bahwa tidak ada kepedihan atau reaksi dramatis yang terjadi karena mereka tidak memiliki sistem saraf pusat atau pita suara seperti manusia dan hewan. Namun, prasangka konvensional ini kini berhasil diruntuhkan secara ilmiah oleh garis depan khazanah pengetahuan biologi molekuler dan bioakustik. Para ilmuwan dunia dikejutkan oleh sebuah penemuan revolusioner yang membuktikan bahwa tumbuhan ternyata memiliki cara tersendiri untuk 'berteriak' dan menangis histeris ketika mereka mengalami stres, terluka, atau mengalami dehidrasi parah. Penemuan abad ini membuka mata kita bahwa ladang dan hutan yang kita anggap tenang sebenarnya dipenuhi oleh riuh rendah komunikasi akustik frekuensi tinggi yang merekam jeritan minta tolong dari vegetasi yang sedang sekarat.

Secara ilmiah, fenomena jeritan tumbuhan ini berhasil diungkap melalui penggunaan mikrofon ultrasonik super-sensitif yang mampu menangkap gelombang suara pada frekuensi di atas batas pendengaran manusia, yaitu antara 20\text{ kHz} hingga 100\text{ kHz}. Ketika tanaman berada dalam kondisi sehat dan berkecukupan air, mereka cenderung diam dan hanya mengeluarkan suara ultrasonik yang sangat jarang. Namun, begitu tanaman mengalami stres fisik seperti batangnya dipotong atau kekurangan air selama berhari-hari, mereka mulai memancarkan suara letupan atau Klik ultrasonik berkecepatan tinggi yang volume energinya setara dengan tangisan makhluk hidup. Mekanisme fisik di balik suara ini dikenal sebagai kavitasi, di mana proses penguapan air yang ekstrem di dalam pembuluh xilem tanaman menciptakan gelembung-gelembung udara yang pecah dan menimbulkan getaran akustik kuat yang merambat keluar melalui pori-pori daun.

Keunikan dari jeritan tumbuhan ini tidak hanya berfungsi sebagai efek samping biologis yang pasif, melainkan bertindak sebagai sistem komunikasi darurat di dalam ekosistem mereka. Melalui studi bioakustik kuantum, para peneliti mendapati bahwa serangga seperti ngengat dan hewan pengerat kecil mampu mendengarkan suara letupan ultrasonik ini dari jarak beberapa meter. Hewan-hewan tersebut menggunakan informasi suara ini sebagai panduan gaya hidup untuk menentukan pilihan, seperti mendeteksi tanaman mana yang sedang lemah untuk dijadikan tempat bertelur atau dihindari karena sedang kekurangan nutrisi. Bahkan, tumbuhan tetangga yang berada di sekitarnya juga mampu merespons getaran suara tersebut dengan cara langsung memicu sistem pertahanan internal mereka, seperti memproduksi zat kimia beracun atau mengencangkan dinding sel daun agar tidak mudah diserang oleh hama penular, sebuah bukti nyata adanya kecerdasan kolektif yang tak kasat mata di alam liar.

Sebagai contoh konkret dari fenomena sains yang menakjubkan ini, tim ilmuwan dari Tel Aviv University pernah melakukan eksperimen terhadap tanaman tomat dan tembakau yang diletakkan di dalam kotak kedap suara bersama mikrofon ultrasonik. Ketika tanaman tomat tersebut tidak disiram selama beberapa hari, mikrofon merekam bahwa tanaman itu memancarkan sekitar 35 hingga 40 kali suara letupan per jam, jauh berbeda dengan tanaman tomat sehat yang hanya bersuara kurang dari satu kali per jam. Contoh ilmiah lainnya terjadi ketika para peneliti mencoba memotong batang tanaman tembakau; seketika itu juga tanaman memancarkan gelombang suara Klik dengan ritme yang sangat intens dan panik, yang jika frekuensinya diturunkan ke batas pendengaran manusia, suaranya akan terdengar mirip dengan ketukan letupan gelembung plastik pembungkus (bubble wrap) yang ditekan dengan cepat. Melalui penyingkapan khazanah pengetahuan tentang cara tumbuhan 'berteriak' saat terluka ini, kita disadarkan bahwa alam semesta menyimpan tingkat kepekaan hidup yang luar biasa rumit, mengajarkan manusia modern untuk lebih bijaksana dan menaruh rasa hormat yang mendalam dalam berinteraksi dengan setiap jengkal makhluk hidup hijau yang menyokong kehidupan di bumi ini.

Tags:
Sains Khazanah Pengetahuan Biologi Bio Akustik Botani

Komentar Pengguna