Keboncinta.com— Sebanyak 518 kelompok usaha mahasiswa dari 267 perguruan tinggi mengikuti Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi tersebut berlangsung secara daring pada 25–29 Agustus 2026.
Penilaian digunakan untuk mengevaluasi perkembangan usaha mahasiswa penerima pendanaan sekaligus menyeleksi kelompok yang akan mengikuti Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia Expo XVII.
Pada 27 Agustus 2026, sebanyak 153 kelompok dijadwalkan mengikuti penilaian. Sebelumnya, 153 kelompok memperoleh jadwal pada 26 Agustus, sedangkan 135 kelompok mengikuti penilaian pada 28 Agustus dan 77 kelompok pada 29 Agustus.
Penilaian tidak hanya melihat gagasan awal bisnis. Mahasiswa harus menunjukkan perkembangan produk, pengelolaan dana, strategi pemasaran dan hasil yang telah dicapai setelah menerima bantuan P2MW.
Setiap kelompok diwajibkan mengunggah laporan kemajuan dan laporan penggunaan anggaran. Serapan dana termin pertama harus mencapai sedikitnya 80 persen.
Dalam sesi penilaian, peserta memperoleh waktu 20 menit. Sepuluh menit digunakan untuk persiapan dan presentasi, sedangkan sepuluh menit berikutnya dipakai untuk diskusi bersama dua orang penilai.
Masukan dari tim penilai diharapkan membantu peserta memperbaiki model bisnis, kualitas produk, layanan, pemasaran dan keberlanjutan usaha.
Kelompok dengan hasil penilaian terbaik berkesempatan mengikuti KMI Expo XVII di Universitas Jenderal Soedirman, Banyumas, Jawa Tengah, pada 29 September–1 Oktober 2026.
KMI Expo menjadi tempat mahasiswa memperkenalkan produk, bertemu sesama pengusaha muda, membangun jaringan dan membuka peluang kolaborasi.
Kemdiktisaintek menekankan bahwa P2MW tidak hanya berorientasi pada kompetisi. Program tersebut juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam mengelola tim, mengambil keputusan dan menghadapi perubahan pasar.
Keikutsertaan ratusan kelompok dari berbagai perguruan tinggi menunjukkan semakin besarnya perhatian kampus terhadap kewirausahaan. Mahasiswa didorong tidak hanya mencari pekerjaan setelah lulus, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan usaha dan peluang kerja baru.