Keboncinta.com-- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah mematangkan persiapan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD dan SMP tahun 2026.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyediakan dua tautan simulasi TKA yang dapat diakses sekolah dan peserta didik sebelum ujian utama digelar.
Simulasi ini dirancang untuk membantu siswa dan satuan pendidikan mengenal lebih awal sistem ujian berbasis komputer yang akan digunakan dalam TKA 2026.
Melalui tahapan ini, sekolah dapat menguji kesiapan teknis, mulai dari perangkat yang digunakan, kestabilan jaringan internet, hingga pemahaman peserta terhadap alur pengerjaan soal.
Baca Juga: Revitalisasi Sekolah 2026: 60.000 Sekolah Siap Diperbarui Pemerintah
Kemendikdasmen menyediakan dua link simulasi yang berbeda sesuai jenjang pendidikan. Pemisahan ini dilakukan agar tampilan, tingkat kesulitan soal, serta materi yang disajikan dapat menyesuaikan karakteristik peserta TKA SD dan SMP.
Akses simulasi TKA dilakukan secara daring melalui laman resmi yang telah disiapkan pemerintah. Sebelum mengikuti simulasi, sekolah wajib memastikan data peserta sudah terdaftar dan terverifikasi dalam sistem TKA.
Setelah itu, siswa dapat masuk menggunakan akun atau kredensial yang diberikan oleh sekolah masing-masing.
Dalam simulasi tersebut, peserta didik berkesempatan mencoba masuk ke sistem ujian, mengenal navigasi soal, memahami cara menjawab pertanyaan, hingga mempelajari prosedur mengakhiri ujian dengan benar.
Hal ini penting agar siswa tidak mengalami kebingungan saat pelaksanaan TKA sesungguhnya.
Baca Juga: Gen Z Bisa Bawa Perubahan Nyata di Sekolah lewat TFI Fellowship 2026
Link simulasi pertama diperuntukkan bagi peserta TKA jenjang SD. Antarmuka dirancang lebih sederhana dan ramah anak, dengan soal-soal yang mencerminkan karakter TKA sebenarnya, khususnya pada materi literasi membaca dan numerasi dasar.
Sementara itu, link simulasi kedua ditujukan untuk peserta TKA SMP. Tingkat kompleksitas soal dan tampilan sistem disesuaikan dengan kemampuan siswa sekolah menengah pertama, sehingga mendekati kondisi ujian utama yang akan dihadapi.
Melalui kegiatan simulasi, sekolah juga dapat mendeteksi potensi kendala teknis sejak dini, seperti keterbatasan perangkat, gangguan jaringan, atau kesalahan pengaturan sistem. Dengan demikian, perbaikan dapat segera dilakukan sebelum hari pelaksanaan TKA.
Selain aspek teknis, simulasi TKA juga berperan dalam mengurangi kecemasan peserta didik. Siswa yang sudah terbiasa dengan sistem ujian berbasis komputer cenderung lebih percaya diri dan fokus saat mengerjakan soal.
Baca Juga: Simak Baik-baik! TKA 2025 Dorong Kemandirian Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusif
Kemendikdasmen mengimbau seluruh sekolah untuk memanfaatkan simulasi TKA secara maksimal dan memastikan seluruh peserta mengikuti tahapan ini sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Dengan kesiapan yang matang, pelaksanaan TKA SD dan SMP 2026 diharapkan berjalan lancar serta menghasilkan data pemetaan kemampuan akademik siswa yang akurat dan kredibel.***