Kesehatan
Rahman Abdullah

Sering Dilarang Minum Es karena Takut Batuk Pilek? Ini Penjelasannya

Sering Dilarang Minum Es karena Takut Batuk Pilek? Ini Penjelasannya

13 September 2026 | 20:38

Keboncinta.com-- Cuaca panas yang masih terasa membuat minuman dingin menjadi pilihan banyak orang untuk menghilangkan dahaga. Selain terasa menyegarkan, air dingin juga dianggap mampu membantu tubuh terasa lebih sejuk ketika suhu udara sedang tinggi.

Namun, masih banyak anggapan bahwa terlalu sering mengonsumsi makanan atau minuman dingin dapat menyebabkan batuk dan pilek. Tidak sedikit pula orang tua yang mengingatkan anak agar tidak terlalu banyak minum es karena khawatir jatuh sakit.

Lantas, apakah benar minuman dingin menjadi penyebab batuk dan pilek?

Baca Juga: Tak Selalu Seperti Drama, Ini Cara Pasangan Menjaga Cinta Tetap Tumbuh Setelah Menikah

Batuk dan Pilek Bukan Disebabkan Minuman Dingin

Makanan maupun minuman dingin sebenarnya bukan penyebab utama seseorang mengalami batuk dan pilek. Kondisi tersebut lebih berkaitan dengan infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri.

Virus dan bakteri dapat menyebar melalui berbagai cara. Seseorang bisa terpapar dari benda yang disentuh, udara yang kurang bersih, maupun kontak langsung dengan orang lain yang sedang sakit.

Risiko paparan juga dapat muncul dari makanan atau jajanan yang tidak terjaga kebersihannya. Karena itu, menjaga kebersihan tangan, makanan, minuman, serta lingkungan tetap menjadi hal penting untuk membantu mencegah penyakit.

Bukan Berarti Minum Es Boleh Berlebihan

Meski minuman dingin bukan penyebab utama batuk dan pilek, bukan berarti konsumsi es dapat dilakukan tanpa batas.

Ketika tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda kurang sehat, seperti hidung tersumbat, pilek, atau tenggorokan terasa tidak nyaman, makanan dan minuman dingin sebaiknya dikurangi. Pada sebagian orang, konsumsi dingin dapat membuat keluhan yang sudah muncul terasa semakin mengganggu.

Artinya, persoalannya bukan semata-mata pada minuman dingin sebagai penyebab penyakit, tetapi pada kondisi tubuh ketika seseorang sedang mengalami gangguan kesehatan.

Baca Juga: Pentingnya PAUD bagi Anak, Ini 5 Alasan Mengapa Pendidikan Usia Dini Tak Boleh Diabaikan

Anggapan Minum Air Dingin Sudah Ada Sejak Lama

Kepercayaan bahwa minuman dingin dapat memperburuk kondisi tubuh ternyata sudah dikenal sejak lama. Dalam sejumlah kepercayaan kuno, mengonsumsi air dingin setelah makanan panas dianggap dapat mengganggu keseimbangan tubuh.

Pandangan tersebut kemudian berkembang menjadi anggapan bahwa orang yang sedang sakit sebaiknya menghindari air dingin agar kondisi tubuh tidak semakin buruk.

Meski demikian, minuman dingin tidak harus sepenuhnya dihindari oleh orang yang sehat. Yang lebih penting adalah memperhatikan kondisi tubuh dan tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

Air Dingin Tetap Bisa Dinikmati Saat Cuaca Panas

Saat cuaca sedang panas, air dingin pada dasarnya masih dapat menjadi pilihan untuk membantu menghilangkan rasa haus. Namun, sebaiknya tidak dikonsumsi dalam kondisi yang terlalu ekstrem dinginnya.

Minuman dingin juga dapat terasa menyegarkan setelah melakukan aktivitas fisik. Saat berolahraga, tubuh mengalami peningkatan suhu sehingga minuman dingin dapat membantu memberikan sensasi sejuk.

Karena itu, tidak perlu langsung menganggap es sebagai penyebab seseorang sakit. Batuk dan pilek lebih berkaitan dengan paparan virus atau bakteri, sedangkan makanan dan minuman dingin bukanlah penyebab utamanya.

Baca Juga: Kenapa Anak Sulit Fokus dan Mudah Bosan? Ini 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Meski begitu, konsumsi makanan dan minuman dingin tetap sebaiknya dilakukan secara wajar. Terlebih ketika tubuh mulai terasa tidak fit, mengurangi konsumsi minuman dingin dapat menjadi pilihan agar tubuh tetap nyaman selama masa pemulihan.***

Tags:
Kesehatan Flu dan Batuk Minuman Segar

Komentar Pengguna