Pendidikan
Rahman Abdullah

Siap-siap! Untuk Perkuat Pendidikan Agama Berbasis Data pada Siswa, Kemenag akan Gelar ANLDB 2025

Siap-siap! Untuk Perkuat Pendidikan Agama Berbasis Data pada Siswa, Kemenag akan Gelar ANLDB 2025

13 November 2025 | 15:01

Keboncinta.com-- Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan menggelar Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama (ANLDB) bagi siswa pada 18–21 November 2025.

Agenda nasional ini menjadi langkah penting dalam memetakan kemampuan literasi keagamaan dasar di kalangan pelajar Indonesia, sekaligus memperkuat kebijakan pendidikan agama berbasis data.

Persiapan teknis ANLDB dibahas dalam rapat koordinasi antara Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Ditjen Pendidikan Islam, Pustrajak Penda BMBPSDM, dan BRIN.

Direktur PAI, M. Munir, menjelaskan bahwa asesmen ini merupakan lanjutan dari program pengukuran literasi beragama yang sebelumnya dilakukan terhadap para guru.

Baca Juga: “Merawat Semesta dengan Cinta”: Makna Filosofis di Balik Tema Hari Guru Nasional 2025

“Program ini bertujuan untuk memetakan kemampuan literasi dasar beragama di kalangan siswa, sekaligus memperkuat kebijakan pendidikan agama berbasis data. Tahun ini, asesmen dikembangkan dengan melibatkan tidak kurang dari 13.600 siswa kelas 5 SD dari populasi 25.347,” ujar Munir di Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Munir menambahkan, partisipasi guru dalam asesmen literasi tahap sebelumnya mencapai 97,14 persen dari target populasi — capaian yang menunjukkan antusiasme dan komitmen tinggi para pendidik. Ia berharap tingkat partisipasi siswa juga dapat maksimal.

Lebih lanjut, Munir menegaskan bahwa ANLDB harus berbasis kajian ilmiah dan diakui secara nasional.

“Saya ingin asesmen ini memiliki dasar ilmiah yang kuat. Hasilnya juga perlu diketahui tidak hanya oleh internal Kemenag, tapi juga oleh lembaga-lembaga terkait seperti Bappenas, KemenPAN-RB, dan DPR,” tegasnya.

Baca Juga: Transformasi Digital BRI Berbuah Manis: Pengguna BRImo Tembus 44,4 Juta dan Transaksi Harian Capai Rp25 Triliun

Kolaborasi dengan BRIN, lanjut Munir, menjadi kunci agar pelaksanaan ANLDB kredibel, terukur, dan tepat waktu.

“Sinergi dengan BRIN dan Pustrajak Penda BMBPSDM penting supaya asesmen kita tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga sahih secara akademik,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Murtadlo, peneliti utama BRIN, menyoroti pentingnya penetapan batas waktu pengisian asesmen secara serentak.

Ia juga mengusulkan agar porsi penilaian kemampuan membaca Al-Qur’an ditingkatkan dari 10 persen menjadi 20 persen, untuk memperkuat capaian literasi keagamaan dasar.

“Saya kira peningkatan porsi baca Qur’an penting agar hasil asesmen benar-benar mencerminkan kemampuan literasi keagamaan siswa,” ujarnya.

Baca Juga: Kemenag Gelar Awarding Night Hari Guru Nasional 2025: Apresiasi untuk Guru Inspiratif dan Berdedikasi

Dari sisi metodologi, Murtadlo menekankan perlunya pengawasan langsung di lapangan agar pelaksanaan asesmen berjalan optimal.

“Idealnya ada petugas di setiap provinsi yang mengawal langsung prosesnya. Satu peneliti bisa memantau sekitar 20 sekolah agar pengawasan efektif dan data terkumpul tepat waktu,” jelasnya.

Melalui sinergi antara Kemenag dan BRIN serta dukungan tinggi dari para guru dan siswa, ANLDB 2025 diharapkan menjadi pijakan awal bagi kebijakan pendidikan agama yang berbasis data, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran keagamaan di sekolah dasar seluruh Indonesia.***

Tags:
pendidikan kemenag Asesmen Diagnostik Bakat Siswa

Komentar Pengguna