BEASISWA – Pelamar beasiswa DAAD yang ingin melanjutkan pendidikan di Jerman umumnya perlu membuktikan kemampuan bahasa sesuai bahasa pengantar program studi yang dipilih.
Untuk program berbahasa Inggris, bukti tersebut dapat berupa IELTS, TOEFL atau sertifikat bahasa lain yang diterima. Namun ternyata ada kelompok pelamar tertentu yang tidak diwajibkan DAAD menyerahkan bukti kemampuan bahasa Inggris.
Pengecualian ini perlu dipahami dengan benar, terutama bagi mahasiswa Indonesia yang pernah menyelesaikan pendidikan Bachelor di negara berbahasa Inggris.
Pasalnya, sekadar pernah kuliah menggunakan bahasa Inggris belum tentu otomatis membuat seseorang bebas IELTS atau TOEFL.
Berdasarkan informasi resmi DAAD untuk pelamar beasiswa, DAAD tidak mensyaratkan bukti kemampuan bahasa Inggris bagi pelamar dari tujuh negara berikut:
Australia
Kanada, kecuali Quebec
Irlandia
Selandia Baru
Singapura
United Kingdom atau Inggris
Amerika Serikat
Kelompok tersebut mendapatkan pengecualian dari kewajiban menyerahkan bukti kemampuan bahasa Inggris kepada DAAD berdasarkan ketentuan umum yang dipublikasikan lembaga tersebut.
Namun ada ketentuan lain yang sangat menarik bagi pelamar internasional, termasuk dari Indonesia.
Pelamar tidak harus berasal dari tujuh negara tadi untuk mendapatkan pengecualian.
DAAD menyebut ketentuan yang sama dapat berlaku apabila seseorang telah menyelesaikan seluruh program Bachelor dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di salah satu dari tujuh negara tersebut.
Namun ada syarat tambahan.
Gelar Bachelor tersebut harus diperoleh tidak lebih dari tiga tahun sebelum pendaftaran beasiswa.
Contohnya, seorang WNI menyelesaikan Bachelor sepenuhnya berbahasa Inggris di Singapura dan gelarnya diperoleh kurang dari tiga tahun sebelum mendaftar DAAD.
Dalam kondisi tersebut, ia dapat termasuk kelompok yang tidak diwajibkan DAAD menyerahkan bukti bahasa Inggris berdasarkan ketentuan umum tersebut.
Ini menjadi bagian yang sering disalahpahami.
Misalnya seseorang menyelesaikan S1 di Indonesia melalui kelas internasional dan seluruh pembelajarannya menggunakan bahasa Inggris.
Apakah otomatis bebas IELTS atau TOEFL untuk DAAD?
Tidak berdasarkan pengecualian tujuh negara tersebut.
Ketentuan DAAD secara spesifik menyebut Bachelor berbahasa Inggris yang diselesaikan sepenuhnya di Australia, Kanada kecuali Quebec, Irlandia, Selandia Baru, Singapura, Inggris atau Amerika Serikat, serta diperoleh maksimal tiga tahun sebelumnya.
Karena Indonesia tidak termasuk dalam daftar tersebut, pelamar lulusan universitas Indonesia tetap harus mengikuti persyaratan bahasa yang tercantum pada program beasiswa yang akan dilamar.
Batas waktu kelulusan juga tidak boleh dilewatkan.
Pengecualian bagi lulusan Bachelor berbahasa Inggris di tujuh negara tadi mensyaratkan gelar diperoleh maksimal tiga tahun sebelumnya.
Artinya, jangan hanya melihat negara tempat kuliah dan bahasa pengantar.
Perhatikan juga kapan gelar tersebut diperoleh.
Pelamar sebaiknya menghitung kembali periode antara tanggal kelulusan dengan waktu pengajuan aplikasi DAAD.
Bagi pelamar yang tetap harus menunjukkan kemampuan bahasa Inggris, DAAD mencantumkan beberapa jenis bukti yang secara umum dapat digunakan.
Contohnya antara lain:
Cambridge English
Cambridge Business
IELTS
ISE
TOEFL iBT
TOEFL Essentials
TOEIC
PTE Academic
Duolingo English Test
onSET English.
DAAD juga menjelaskan bahwa sertifikat bahasa yang digunakan untuk pengajuan beasiswa pada umumnya sebaiknya tidak berusia lebih dari tiga tahun ketika aplikasi diajukan.
Tetapi calon pelamar tetap harus membuka bagian Application Procedure pada program beasiswa masing-masing karena dapat terdapat ketentuan yang lebih spesifik.
DAAD memiliki banyak skema beasiswa.
Karena itu, aturan pada satu program tidak boleh langsung dianggap berlaku identik untuk semua skema.
Sebagai contoh, pada Study Scholarships – Master Studies for All Academic Disciplines, pelamar umumnya diminta memberikan bukti kemampuan bahasa pengantar program studi dan dokumennya disarankan tidak lebih dari tiga tahun.
DAAD sendiri meminta calon peserta melihat bagian Application Procedure pada masing-masing Call for Applications untuk mengetahui jenis dokumen bahasa yang benar-benar dibutuhkan.
Jadi sebelum mengikuti IELTS atau TOEFL, tentukan terlebih dahulu program DAAD yang ingin dilamar.
Ini poin yang paling penting.
Walaupun DAAD memberikan pengecualian terhadap bukti kemampuan bahasa Inggris dalam kondisi tertentu, universitas tujuan di Jerman tetap dapat mempunyai persyaratan sendiri.
DAAD secara resmi mengingatkan bahwa perguruan tinggi dapat menentukan sertifikat mana yang diterima serta tingkat kemampuan bahasa yang harus dimiliki calon mahasiswa.
Pada program Master tertentu, universitas mungkin meminta IELTS atau TOEFL dengan skor tertentu sebagai persyaratan penerimaan mahasiswa.
Jadi ada dua pemeriksaan yang perlu dilakukan:
Persyaratan DAAD → Persyaratan universitas/program studi tujuan.
Keduanya tidak selalu sama.
Pada Study Scholarships untuk program Master, DAAD juga mengingatkan pelamar bahwa universitas biasanya memiliki aturan spesifik mengenai sertifikat dan tingkat kemampuan bahasa yang dibutuhkan untuk proses penerimaan.
Tes bahasa internasional membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Karena itu, calon pelamar DAAD sebaiknya tidak langsung mendaftar IELTS atau TOEFL sebelum mengecek seluruh ketentuan.
Gunakan urutan berikut:
Pilih beasiswa DAAD → pilih universitas → pilih program studi → cek bahasa pengantar → cek persyaratan DAAD → cek persyaratan universitas → baru tentukan tes bahasa.
Dengan cara tersebut, pelamar dapat mengetahui apakah memang membutuhkan IELTS, TOEFL atau sertifikat lainnya.
Bisa saja seseorang memenuhi pengecualian DAAD tetapi masih membutuhkan sertifikat untuk universitas.
Sebaliknya, universitas tertentu mungkin mempunyai ketentuan bahasa yang berbeda dengan dokumen yang dibutuhkan dalam aplikasi beasiswa.
Berdasarkan ketentuan umum DAAD, bukti kemampuan bahasa Inggris tidak diwajibkan DAAD bagi pelamar dari Australia, Kanada kecuali Quebec, Irlandia, Selandia Baru, Singapura, Inggris dan Amerika Serikat.
Pengecualian juga dapat berlaku bagi pelamar dari negara lain, termasuk Indonesia, apabila:
Bachelor diselesaikan sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris + kuliah dilakukan di salah satu dari tujuh negara tersebut + gelar diperoleh tidak lebih dari tiga tahun sebelumnya.
Jika tidak memenuhi kondisi tersebut, calon pelamar sebaiknya mempersiapkan bukti kemampuan bahasa sesuai persyaratan program DAAD yang dipilih.
Dan yang tidak kalah penting, jangan menyamakan bebas bukti bahasa untuk aplikasi DAAD dengan bebas persyaratan bahasa untuk masuk universitas di Jerman. Perguruan tinggi tujuan tetap mempunyai kewenangan menentukan persyaratan penerimaan masing-masing.
Karena itu, membaca Call for Applications DAAD dan halaman resmi program studi tujuan menjadi langkah paling aman sebelum mengeluarkan biaya untuk mengikuti tes bahasa.