Skripsi dan Tesis Itu Sama-Sama Penelitian, Tapi Kenapa Terasa Sangat Berbeda? Ini Penjelasan yang Perlu Kamu Tahu

Skripsi dan Tesis Itu Sama-Sama Penelitian, Tapi Kenapa Terasa Sangat Berbeda? Ini Penjelasan yang Perlu Kamu Tahu

27 Februari 2026 | 12:54

Keboncinta.com-- Bagi mahasiswa, kata “skripsi” saja sudah cukup membuat jantung berdebar. Apalagi jika mendengar kata “tesis”. Sekilas, keduanya tampak serupa: sama-sama karya ilmiah, sama-sama penelitian, sama-sama syarat kelulusan. Namun ketika dijalani, perbedaannya terasa cukup signifikan, baik dari sisi beban akademik, kedalaman analisis, maupun tuntutan orisinalitas.

Skripsi adalah karya ilmiah yang disusun oleh mahasiswa strata satu (S1) sebagai syarat memperoleh gelar sarjana. Fokus utamanya adalah melatih mahasiswa memahami metode penelitian dan menerapkannya dengan benar. Dalam skripsi, mahasiswa biasanya menguji teori yang sudah ada atau menganalisis fenomena tertentu dengan pendekatan yang relatif terbimbing. Dosen pembimbing berperan cukup aktif mengarahkan, karena pada tahap ini mahasiswa masih dalam proses belajar menjadi peneliti.

Sementara itu, tesis adalah karya ilmiah untuk jenjang magister (S2). Di tahap ini, ekspektasinya berbeda. Mahasiswa tidak hanya diminta memahami teori, tetapi juga menunjukkan kedalaman analisis dan kontribusi yang lebih nyata terhadap bidang keilmuan. Tesis menuntut kemandirian yang lebih tinggi. Pembimbing tetap ada, tetapi mahasiswa diharapkan mampu merumuskan masalah yang lebih tajam, metodologi yang lebih kompleks, dan pembahasan yang lebih kritis.

Perbedaan lain terasa pada lingkup dan kedalaman penelitian. Skripsi umumnya memiliki cakupan yang lebih terbatas, baik dari segi jumlah responden, variabel, maupun kompleksitas analisis. Tesis biasanya melibatkan kajian literatur yang lebih luas, pendekatan metodologis yang lebih matang, dan analisis yang lebih mendalam. Di tesis, argumen harus dibangun dengan landasan teori yang kuat dan pembahasan yang reflektif, bukan sekadar deskriptif.

Dari segi kontribusi ilmiah, skripsi berfungsi sebagai latihan akademik. Ia penting, tetapi jarang dituntut menghasilkan temuan yang benar-benar baru dalam skala besar. Tesis, di sisi lain, diharapkan memberi sumbangan pemikiran, meski kecil bagi perkembangan ilmu. Itulah sebabnya proses penyusunan tesis sering terasa lebih menantang secara intelektual.

Beban mentalnya pun berbeda. Pada skripsi, tantangan terbesar biasanya terletak pada manajemen waktu dan pemahaman metodologi dasar. Pada tesis, tantangannya bergeser menjadi kemampuan berpikir kritis, konsistensi argumen, serta ketahanan menghadapi revisi yang lebih mendalam. Diskusi dengan dosen pembimbing sering kali lebih konseptual dan analitis.

Namun satu hal yang sama: keduanya adalah proses pendewasaan akademik.

Tags:
Dunia Pelajar Fakta ilmiah Perbedaan Skripsi dan Tesis

Komentar Pengguna