Keboncinta.com-- Pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 kian mendekat dan menjadi fase penting bagi siswa kelas 12 yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Pada tahap awal ini, fokus seleksi tidak semata pada capaian akademik, melainkan juga pada ketepatan data di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
PDSS berperan sebagai fondasi utama jalur SNBP karena memuat rekam jejak sekolah serta nilai rapor siswa dari semester 1 hingga semester 5.
Kesalahan sekecil apa pun dalam pengisian data berpotensi menggugurkan peluang siswa eligible, yakni siswa dengan peringkat terbaik di sekolah, untuk melanjutkan proses pendaftaran SNBP.
Baca Juga: TPG Guru 2026 Terlihat Berbeda, Kemendikdasmen Jelaskan Penyebab Nominal Berubah
Oleh sebab itu, kesiapan sekolah dalam mengelola administrasi dan sistem pendataan menjadi faktor krusial. Pemerintah melalui Tim Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) telah menetapkan jadwal pengisian PDSS yang harus dipatuhi secara ketat.
Penginputan data oleh sekolah dibuka mulai 5 Januari hingga 2 Februari 2026. Keterlambatan atau kelalaian pengisian dapat berdampak langsung pada seluruh siswa di sekolah tersebut.
Agar tidak terjadi kendala administratif, sekolah wajib mengikuti alur pengisian PDSS sesuai ketentuan resmi. Langkah awal dimulai dengan memastikan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) telah valid dan terdaftar dalam sistem.
Selanjutnya, sekolah melakukan registrasi akun dengan memasukkan email resmi sekolah, email kepala sekolah, serta nomor WhatsApp kepala sekolah yang aktif.
Baca Juga: Beasiswa D4–S1 Guru Diperluas, Kemendikdasmen Targetkan 150 Ribu Peserta pada 2026
Setelah registrasi, akun harus divalidasi melalui tautan yang dikirimkan ke email kepala sekolah. Apabila akun telah aktif, operator sekolah dapat masuk ke sistem PDSS melalui laman resmi dan mulai melakukan penginputan data siswa kelas 12.
Tahap paling krusial terletak pada pengisian nilai rapor tiap semester beserta Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Data yang dimasukkan harus benar-benar sesuai dengan rapor fisik siswa agar tidak menimbulkan perbedaan data yang berisiko merugikan peserta.
Keberhasilan siswa di jalur SNBP tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga oleh ketelitian sekolah dalam memverifikasi data. Audit internal sebelum finalisasi PDSS sangat disarankan guna memastikan tidak ada kesalahan input.
Selain itu, sekolah perlu menjalin komunikasi aktif dengan siswa eligible terkait pemilihan program studi. Kesesuaian antara prestasi akademik, peringkat siswa, dan syarat jurusan di PTN akan meningkatkan peluang diterima.
Baca Juga: Beasiswa D4–S1 Guru Diperluas, Kemendikdasmen Targetkan 150 Ribu Peserta pada 2026
Setelah seluruh tahapan PDSS rampung, sekolah tinggal menunggu pembukaan registrasi akun SNPMB bagi siswa untuk melanjutkan ke tahap pendaftaran SNBP secara individu.***