Keboncinta.com-- Membeli mobil listrik pada 2026 semakin menarik karena pilihan model di Indonesia terus bertambah. Teknologi semakin beragam, jarak tempuh semakin panjang, dan persaingan antarmerek membuat konsumen memiliki lebih banyak alternatif.
Salah satu hal yang sering terlupakan adalah nilai jual kembali. Mobil yang terlihat menarik saat baru dibeli belum tentu memiliki harga bekas yang kuat beberapa tahun kemudian. Apalagi, perkembangan EV berlangsung cepat dan model baru terus bermunculan.
Lantas, strategi apa yang bisa dilakukan agar membeli EV pada 2026 tidak terlalu merugikan ketika waktunya dijual kembali?
1. Pilih Model yang Sudah Punya Pasar
Popularitas menjadi salah satu pertimbangan penting. Model yang banyak digunakan biasanya lebih mudah dikenali calon pembeli dan memiliki pasar bekas yang lebih jelas.
2. Utamakan Kondisi Baterai
Baterai merupakan bagian yang sangat penting dalam EV. Sebelum membeli, periksa kesehatan baterai, riwayat pemakaian, serta ketentuan garansinya.
3. Jangan Terlalu Mengejar Fitur Sesaat
Teknologi EV berkembang cepat. Fitur yang terasa istimewa hari ini bisa menjadi standar beberapa tahun kemudian. Karena itu, pilih fitur yang benar-benar berguna daripada membayar mahal hanya demi teknologi yang sedang tren.
4. Perhatikan Jaringan Purnajual
Merek dengan jaringan servis, suku cadang, dan dukungan teknis yang kuat biasanya lebih meyakinkan untuk penggunaan jangka panjang.
5. Hitung Harga Beli dengan Realistis
Harga awal sangat menentukan potensi kerugian. Jangan langsung menganggap diskon besar selalu menguntungkan, karena harga baru yang turun cepat dapat ikut memengaruhi harga bekas.
Pasar EV Indonesia memang sedang tumbuh pesat. Penjualan BEV bahkan mencapai 103.931 unit sepanjang 2025 dan terus menunjukkan perkembangan pada 2026. Namun, pertumbuhan pasar tidak otomatis membuat semua model memiliki resale value yang sama.