Gaya Hidup
Rahman Abdullah

Sudah Healing tetapi Masih Lelah? Kenali 6 Jenis Istirahat untuk Membantu Mengatasi Burnout

Sudah Healing tetapi Masih Lelah? Kenali 6 Jenis Istirahat untuk Membantu Mengatasi Burnout

28 Oktober 2026 | 19:03

KebonCinta.com-- Mengambil cuti, pergi berlibur, menonton film, atau menghabiskan waktu sendirian sering dianggap sebagai cara terbaik untuk menghilangkan stres. Namun, tidak sedikit orang yang tetap merasa lelah setelah melakukan berbagai aktivitas tersebut. Tubuh mungkin sudah beristirahat, tetapi pikiran masih dipenuhi pekerjaan, sementara emosi terasa terkuras.

Kondisi ini bisa terjadi karena kelelahan tidak selalu berasal dari aktivitas fisik. Tekanan pekerjaan, terlalu banyak informasi, interaksi sosial yang melelahkan, hingga minimnya waktu untuk melakukan kegiatan yang disukai juga dapat memengaruhi kondisi seseorang.

Dokter Saundra Dalton-Smith, penulis buku Sacred Rest, memperkenalkan konsep tujuh jenis istirahat yang membantu seseorang mengenali kebutuhan pemulihannya. Enam di antaranya adalah istirahat fisik, sensorik, mental, spiritual, emosional, dan sosial. Konsep ini dapat menjadi cara untuk mengevaluasi bentuk istirahat yang selama ini dilakukan.

Lantas, bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari? Berikut enam jenis istirahat yang dapat dicoba untuk membantu mengelola kelelahan dan mengurangi risiko burnout.

Baca Juga: Ubi Jalar Kaya Serat dan Vitamin, Ini 7 Kandungan Gizi yang Perlu Diketahui 

1. Istirahat Fisik untuk Memulihkan Energi Tubuh

Rasa lelah setelah bekerja seharian merupakan sinyal bahwa tubuh membutuhkan pemulihan. Istirahat fisik tidak hanya berarti tidur pada malam hari, tetapi juga memberi kesempatan kepada tubuh untuk mengurangi ketegangan setelah beraktivitas.

Orang dewasa umumnya membutuhkan tidur setidaknya tujuh jam setiap malam. Selain menjaga jadwal tidur, tubuh juga dapat terbantu dengan peregangan ringan, berjalan santai, atau melakukan yoga sesuai kemampuan.

Bagi orang yang menghabiskan banyak waktu duduk di depan komputer, berdiri dan bergerak secara berkala dapat membantu mengurangi rasa kaku. Sementara itu, tidur yang cukup dan berkualitas membantu mendukung konsentrasi, suasana hati, serta pemulihan tubuh.

2. Istirahat Sensorik dengan Mengurangi Paparan Gadget

Notifikasi ponsel, suara kendaraan, percakapan, cahaya layar, dan arus informasi yang terus-menerus dapat membuat seseorang merasa kewalahan. Tanpa disadari, indra terus menerima rangsangan bahkan ketika tubuh sedang tidak melakukan pekerjaan berat.

Istirahat sensorik dapat dimulai dengan mengurangi penggunaan perangkat digital pada waktu tertentu. Misalnya, meletakkan ponsel ketika makan, mematikan notifikasi yang tidak mendesak, atau mengurangi paparan layar sebelum tidur.

Menciptakan suasana yang lebih tenang juga bisa membantu. Seseorang dapat meredupkan lampu, mengurangi kebisingan, atau duduk sejenak tanpa membuka media sosial.

Tujuannya bukan menghindari teknologi sepenuhnya, melainkan memberi jeda agar perhatian tidak terus-menerus tersedot oleh berbagai rangsangan.

Baca Juga: Kopi Robusta vs Arabika, Mana yang Lebih Baik? Kenali Perbedaan Rasa, Kafein, dan Manfaatnya 

3. Istirahat Mental agar Pikiran Tidak Terus Bekerja

Ada kalanya seseorang sudah meninggalkan meja kerja, tetapi pikirannya masih sibuk memikirkan tenggat waktu, tanggung jawab, atau persoalan yang belum selesai. Jika berlangsung terus-menerus, keadaan tersebut dapat membuat waktu luang terasa kurang menyegarkan.

Istirahat mental berarti memberi jeda dari aktivitas yang menuntut konsentrasi dan pengambilan keputusan. Cara sederhana yang bisa dilakukan adalah menuliskan daftar pekerjaan untuk esok hari, mengambil jeda singkat di sela aktivitas, atau melakukan kegiatan ringan yang tidak membutuhkan banyak pemikiran.

Membatasi kebiasaan memeriksa pesan pekerjaan di luar jam kerja juga dapat membantu menciptakan batas yang lebih sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Berlibur sesekali bisa menjadi pilihan, tetapi pemulihan mental tidak harus menunggu jadwal liburan panjang. Jeda singkat yang dilakukan secara teratur juga dapat membantu mengelola beban pikiran.

4.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Jenis istirahat Mengatasi burnout Kelelahan mental

Komentar Pengguna