keboncinta.com-- Banyak dari kita sering kali terjebak dalam jebakan semangat yang meledak-ledak di awal, terutama saat baru saja mengikuti kajian atau memasuki bulan suci. Kita cenderung mematok target yang sangat tinggi, seperti harus membaca satu juz setiap hari, tanpa mempertimbangkan kesiapan mental dan rutinitas harian yang sudah ada. Alhasil, semangat tersebut biasanya hanya bertahan selama tiga hari hingga satu minggu, lalu setelahnya mushaf Al-Qur'an kembali tersimpan rapi di rak buku karena kita merasa terbebani oleh target yang terlalu berat. Masalah utama dalam berinteraksi dengan Al-Qur'an bukanlah pada keterbatasan waktu, melainkan pada ketidakmampuan kita untuk membangun kebiasaan kecil yang berkelanjutan atau yang sering disebut sebagai istiqamah.
Dalam khazanah Islam, kualitas ibadah tidak selalu diukur dari kuantitas yang masif dalam satu waktu, melainkan dari keberlanjutan amalan tersebut meskipun jumlahnya sedikit. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan secara konsisten (dawam), walaupun itu hanya sedikit. Prinsip ini mengajarkan kita untuk lebih menghargai proses kecil yang terus-menerus daripada lonjakan energi sesaat yang kemudian padam total. Dengan menargetkan hanya satu ayat sehari, Anda sebenarnya sedang meruntuhkan tembok penghalang psikologis bernama rasa malas dan "berat" yang sering muncul sebelum memulai sebuah aktivitas. Satu ayat adalah target yang hampir mustahil untuk gagal dilakukan, sehingga otak Anda akan mencatatnya sebagai sebuah kemenangan kecil setiap harinya.
Keajaiban dari metode satu ayat sehari ini terletak pada kemampuannya untuk menjaga hubungan hati Anda dengan kalam Ilahi agar tetap tersambung tanpa jeda yang terlalu lama. Ketika Anda merasa bahwa membaca Al-Qur'an itu mudah dan ringan, maka secara perlahan tapi pasti, rasa cinta terhadap aktivitas tersebut akan tumbuh secara alami. Tanpa disadari, dari yang awalnya hanya satu ayat, Anda akan merasa sanggup menambahnya menjadi dua, tiga, hingga satu halaman karena kerinduan yang mulai terpupuk. Pola ini jauh lebih sehat dan efektif untuk jangka panjang dibandingkan memaksa diri membaca satu juz dalam kondisi terengah-engah dan penuh beban, yang justru berisiko membuat Anda merasa jenuh dan akhirnya meninggalkan mengaji sama sekali dalam waktu yang lama.
Al-Qur'an hadir bukan untuk membebani hamba-Nya, melainkan sebagai petunjuk dan penenang jiwa yang bisa dinikmati setiap saat. Konsistensi dalam membaca satu ayat sehari akan membentuk karakter disiplin dan memberikan ketenangan batin yang stabil di tengah hiruk-pikuk kesibukan duniawi. Jangan pernah meremehkan langkah-langkah kecil yang konsisten, karena di balik ketekunan yang sederhana itu terdapat keberkahan yang luar biasa besar. Mari kita mulai kembali membuka mushaf hari ini, tidak perlu menunggu waktu luang yang panjang atau tenaga yang penuh, cukup baca satu ayat dengan penuh penghayatan dan rasakan bagaimana perubahan kecil itu mulai menerangi hari-hari Anda.