KebonCinta.com - Tubuh yang sudah lelah tidak selalu membuat seseorang langsung tertidur ketika berbaring di tempat tidur.
Sebagian orang justru membutuhkan waktu lama untuk terlelap meskipun telah menjalani aktivitas seharian.
Kesulitan tidur dapat dipengaruhi stres, jadwal istirahat yang tidak teratur, konsumsi kafein, hingga kondisi lingkungan kamar.
Usahakan memiliki jadwal tidur dan bangun yang relatif sama setiap hari.
Kebiasaan ini membantu menjaga keteraturan ritme sirkadian yang berperan dalam mengatur siklus tidur dan bangun.
Baca Juga: Anak Takut Gelap dan Tidak Mau Tidur Sendiri? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kafein dalam kopi, teh, dan minuman tertentu dapat membuat seseorang tetap terjaga.
Efeknya dapat bertahan selama beberapa jam, sehingga waktu konsumsi perlu diperhatikan.
Aktivitas menggunakan ponsel atau komputer dapat membuat seseorang terus terjaga, terutama jika kontennya merangsang perhatian atau emosi.
Cobalah mengurangi aktivitas tersebut menjelang waktu tidur.
Kamar yang relatif gelap, tenang, dan memiliki suhu nyaman dapat membantu mendukung kualitas tidur.
Kurangi sumber kebisingan atau cahaya yang mengganggu.
Baca Juga: Anak Susah Tidur Malam? Kenali Penyebab dan Cara Membentuk Rutinitas Tidur yang Sehat
Membaca buku ringan, melakukan latihan pernapasan, atau menjalankan rutinitas menenangkan dapat membantu mempersiapkan tubuh untuk beristirahat.
Pilih aktivitas yang terasa nyaman dan tidak membuat semakin terjaga.
Aktivitas fisik teratur dapat membantu mendukung kualitas tidur.
Namun, jika olahraga intens menjelang malam membuat sulit tertidur, pertimbangkan mengubah waktu latihan.
Jika sudah cukup lama terjaga dan semakin frustrasi, bangun sebentar untuk melakukan aktivitas tenang dengan pencahayaan redup.
Kembali ke tempat tidur ketika rasa kantuk muncul.
Baca Juga: Tidur 5 Jam tetapi Merasa Segar, Apakah Sudah Cukup? Kenali Kebutuhan Tidur Berdasarkan Usia!
Apabila kesulitan tidur berlangsung berulang dan mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Untuk insomnia kronis, terapi perilaku kognitif khusus insomnia atau CBT-I merupakan salah satu penanganan utama yang direkomendasikan.
Memperbaiki pola tidur membutuhkan kebiasaan yang konsisten, bukan sekadar memaksakan diri tidur lebih awal.
Dengan mengatur jadwal istirahat, membatasi kafein, dan menciptakan lingkungan yang nyaman, kualitas tidur dapat lebih terjaga.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir