Pendidikan
Rahman Abdullah

Teknologi AI Tak Bisa Gantikan Ini! Menag Optimistis Masa Depan Pesantren Kian Cerah

Teknologi AI Tak Bisa Gantikan Ini! Menag Optimistis Masa Depan Pesantren Kian Cerah

20 Mei 2026 | 10:26

Keboncinta.com-- Pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin mendominasi berbagai sektor kehidupan ternyata tidak membuat Menteri Agama merasa khawatir terhadap keberlangsungan pendidikan pesantren.

Sebaliknya, Nasaruddin Umar justru meyakini bahwa pesantren akan menjadi salah satu model pendidikan yang semakin dibutuhkan masyarakat di tengah era digital dan otomatisasi.

Menurut Menag, meskipun teknologi AI mampu mengolah data dengan cepat, menyampaikan informasi secara instan, hingga membantu proses pembelajaran modern, terdapat aspek mendasar yang tidak akan mampu digantikan oleh mesin, yakni pembentukan karakter dan nilai-nilai kehidupan manusia.

Baca Juga: Anak Sekolah Bukan Robot! TKA 2026 Dihujani Kritik, Pemerintah Mulai Kepikiran Pangkas Gelombang Ujian yang Bikin Kepala Berasap

Pesantren Dinilai Unggul dalam Pembinaan Moral dan Spiritual

Dalam sambutannya pada Halaqah Nasional V Pimpinan Pondok Pesantren se-Indonesia, Menag menegaskan bahwa pesantren memiliki keunggulan khas yang sulit ditiru teknologi modern.

Pesantren tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan pendidikan moral, spiritualitas, serta keteladanan yang diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari para santri.

Menurutnya, pola pembelajaran berbasis kedekatan antara guru dan murid serta pembentukan akhlak menjadi kekuatan utama pesantren dalam menghadapi perubahan zaman yang semakin cepat.

Baca Juga: Ribuan Siswa Raih Nilai Sempurna TKA 2026, Tapi Pemerintah Justru Siapkan Mata Pelajaran Baru

Menag Ingatkan Pesantren Jangan Kehilangan Jati Diri

Di sisi lain, Menag juga mengingatkan agar pesantren tetap menjaga identitasnya dan tidak terlalu terbawa arus model pendidikan sekuler yang dianggap minim sentuhan spiritual.

Ia menilai pendekatan pendidikan modern yang terlalu berorientasi pada aspek teknis dan mekanistik berpotensi mengurangi dimensi kebijaksanaan dalam proses belajar.

Karena itu, tradisi pesantren yang mengedepankan harmoni antara manusia, ilmu pengetahuan, dan nilai spiritual dinilai tetap relevan bahkan semakin penting di era teknologi maju.

Baca Juga: TKA 2026 Tuai Kritik, Kemendikdasmen Siap Pangkas Gelombang Ujian Jadi Lebih Ringkas

Jadi Benteng Moral di Tengah Arus Teknologi

Kemajuan AI memang diprediksi akan mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk cara belajar generasi muda. Namun, Menag menilai pesantren tetap memiliki posisi strategis sebagai benteng moral bangsa.

Dengan kemampuan membangun karakter, memperkuat spiritualitas, dan menanamkan nilai kehidupan, pesantren diyakini akan terus menjadi fondasi penting pendidikan Indonesia di tengah derasnya transformasi digital global.***

Tags:
pendidikan Menag pesantren Artificial Intelligence AI

Komentar Pengguna