Parenting
Rahman Abdullah

Tekstur dan Porsi MPASI Bayi Sesuai Usia, Ini Panduan yang Perlu Diketahui Orang Tua

Tekstur dan Porsi MPASI Bayi Sesuai Usia, Ini Panduan yang Perlu Diketahui Orang Tua

04 Oktober 2026 | 21:02

KebonCinta.com-- Memasuki usia sekitar 6 bulan, bayi mulai mengenal pengalaman baru melalui makanan pendamping ASI atau MPASI. Pada tahap ini, orang tua perlu memperhatikan bukan hanya jenis makanan, tetapi juga tekstur, jumlah, serta kandungan gizinya.

Tekstur makanan tidak diberikan dengan bentuk yang sama sepanjang masa MPASI. Kemampuan bayi dalam mengunyah dan menerima makanan berkembang secara bertahap sehingga teksturnya pun perlu disesuaikan dengan usia dan kemampuan makan anak.

Baca Juga: Mengapa MPASI Penting untuk Bayi? Ini Manfaat dan Faktor yang Perlu Diperhatikan 

Tekstur MPASI Perlu Disesuaikan dengan Usia

Pada usia 6 sampai 8 bulan, makanan dapat diberikan dalam bentuk yang lembut dan halus. Setelah kemampuan makan bayi semakin berkembang, teksturnya perlahan dapat dibuat lebih kasar.

Penyesuaian tekstur penting karena makanan yang terlalu encer belum tentu mampu menyediakan energi yang cukup bagi bayi. MPASI sebaiknya memiliki konsistensi yang cukup kental sehingga tidak mudah tumpah dari sendok dan mampu memberikan asupan energi lebih banyak.

Pemberian tekstur secara bertahap juga menjadi bagian dari proses belajar makan. Bayi perlahan diperkenalkan pada makanan dengan konsistensi yang berbeda sesuai perkembangan kemampuan makan mereka.

Porsi MPASI Berdasarkan Usia Bayi

Jumlah makanan yang dikonsumsi bayi biasanya meningkat seiring pertambahan usia. Pada awal pemberian MPASI, porsinya masih sedikit dan kemudian bertambah secara bertahap.

Bayi usia 6 hingga 8 bulan dapat mulai diberikan sekitar 2 sampai 3 sendok makan dewasa atau kurang lebih 25 hingga 45 mililiter dalam sekali makan. Porsi tersebut kemudian dapat ditingkatkan secara perlahan sampai sekitar 125 mililiter.

Memasuki usia 9 hingga 11 bulan, kebutuhan makanan bertambah sehingga porsi MPASI dapat mencapai sekitar 125 mililiter dalam sekali makan.

Sementara itu, anak berusia 12 sampai 23 bulan dapat mengonsumsi sekitar 175 hingga 250 mililiter dalam satu kali makan.

Di antara waktu makan utama, anak juga dapat memperoleh makanan selingan yang sehat. Pilihannya antara lain yogurt, puding, roti dengan mentega atau selai, biskuit, maupun buah.

Baca Juga: Jangan Diabaikan! Kebutuhan Tidur Anak Berdasarkan Usia, dari Bayi hingga Usia Sekolah 

MPASI Perlu Mengandung Beragam Jenis Makanan

Selain memperhatikan tekstur dan jumlah, keberagaman makanan juga menjadi bagian penting dalam pemberian MPASI. Variasi makanan membantu memenuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan bayi selama masa pertumbuhan.

WHO merekomendasikan agar makanan bayi berasal dari berbagai kelompok makanan. Setidaknya empat dari tujuh kelompok berikut dapat diberikan untuk membangun pola makan yang beragam, yaitu umbi, akar dan biji-bijian; kacang-kacangan; produk susu; daging; telur; buah dan sayuran yang kaya vitamin A; serta jenis buah dan sayuran lainnya.

Mengenalkan beragam bahan makanan sejak periode MPASI juga membantu bayi terbiasa dengan berbagai rasa dan jenis makanan.

Untuk anak berusia di bawah 2 tahun, tidak terdapat pembatasan lemak dan kolesterol secara khusus karena kebutuhan energi pada periode tersebut masih tergolong tinggi.

MPASI Rumahan atau Produk Terfortifikasi?

Orang tua dapat membuat MPASI sendiri menggunakan bahan pangan lokal yang kemudian diolah di rumah. Pilihan ini dapat menjadi cara yang baik untuk memberikan makanan kepada bayi, selama komposisinya mampu memenuhi kebutuhan zat gizi makro maupun mikro.

Namun, MPASI yang dibuat sendiri juga perlu diperhatikan kandungan gizinya. Berdasarkan penelitian, MPASI rumahan di Indonesia masih banyak yang belum mencukupi kebutuhan sejumlah zat gizi, seperti zat besi, kalsium, seng, niasin, folat, dan tiamin.

Karena itu, MPASI terfortifikasi dapat menjadi salah satu pilihan alternatif apabila diperlukan. Produk yang telah memperoleh izin edar BPOM dan memenuhi ketentuan yang berlaku dapat digunakan sesuai petunjuk pada kemasannya.

Baca Juga: Nama Bayi Muhammad Menjadi Yang Paling Populer di Inggris dan Wales, Mengalahkan Nama Keluarga Kerajaan 

MPASI Terfortifikasi Memiliki Daya Simpan Lebih Lama

MPASI terfortifikasi tertentu menggunakan teknologi freeze drying dalam proses pembuatannya. Teknologi tersebut bekerja dengan mengurangi kandungan air pada produk sehingga membantu menghambat pertumbuhan bakteri dan membuat produk lebih tahan disimpan.

Meski demikian, penggunaan produk MPASI tetap perlu mengikuti aturan penyajian dan penyimpanan yang tercantum pada kemasan. Orang tua juga perlu memastikan makanan diberikan sesuai kebutuhan usia dan kondisi bayi.

MPASI Tepat Mendukung Tumbuh Kembang Bayi

Pemberian MPASI bukan hanya berkaitan dengan membuat bayi kenyang. Makanan yang sesuai tekstur, jumlah, variasi, serta kebutuhan gizinya dapat membantu mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.

Setiap bayi memiliki perkembangan dan kebutuhan yang dapat berbeda. Jika orang tua masih ragu menentukan tekstur, porsi, maupun komposisi MPASI yang sesuai, berkonsultasi dengan dokter anak dapat menjadi langkah yang tepat untuk mendapatkan rekomendasi sesuai kondisi bayi.***

Tags:
MPASI bayi Nutrisi

Komentar Pengguna