Keboncinta.com-- Pemerintah melalui Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat mulai mempercepat digitalisasi pendidikan madrasah pada 2026 dengan mewajibkan registrasi akun Google Workspace bagi seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
Langkah ini menjadi bagian dari persiapan penerapan pembelajaran berbasis teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di lingkungan madrasah.
Kebijakan tersebut mengharuskan guru, tenaga kependidikan, hingga pengawas madrasah segera melakukan pendataan sekaligus aktivasi akun resmi agar dapat terkoneksi dengan sistem pendidikan digital yang tengah dikembangkan pemerintah.
Registrasi Workspace Jadi Fondasi Program Google Academy
Program registrasi akun ini merujuk pada surat resmi Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat Nomor B-927/Kw.10/III/PP.05/2026 tertanggal 6 Mei 2026.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam untuk memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis digital dan AI di madrasah.
Melalui Google Workspace, pemerintah ingin memastikan seluruh madrasah memiliki standar infrastruktur digital yang seragam sebelum pelaksanaan pelatihan Google Academy yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
Langkah tersebut dinilai penting agar transformasi pendidikan berjalan lebih terintegrasi, efektif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi pembelajaran modern.
Guru dan Pengawas Wajib Registrasi Ulang
Kanwil Kemenag Jawa Barat menegaskan bahwa seluruh GTK tetap diwajibkan melakukan registrasi mandiri, termasuk bagi mereka yang sebelumnya telah memiliki akun Workspace.
Pendataan ulang ini bertujuan memperbarui klasifikasi tugas sekaligus menyinkronkan data dengan sistem terbaru yang sedang dikembangkan.
Sementara itu, pengawas madrasah yang tidak memiliki homebase di satuan pendidikan tetap dapat mengikuti registrasi menggunakan NSM “000” dengan mencantumkan nama Kemenag Kabupaten/Kota sesuai wilayah kerja masing-masing.
Pemerintah juga menetapkan penggunaan domain resmi madrasah.kemenag.go.id sebagai standar akun digital. Adapun pengguna lama dengan domain @google.com akan menyesuaikan sistem secara otomatis.
Jadi Gerbang Pembelajaran AI di Madrasah
Registrasi Google Workspace tidak hanya sebatas urusan administrasi. Program ini menjadi langkah awal menuju sistem pendidikan madrasah yang lebih modern, terintegrasi, dan berbasis teknologi AI.
Melalui akun resmi tersebut, guru dan tenaga kependidikan nantinya dapat mengakses berbagai fitur kolaborasi digital, pengelolaan pembelajaran, hingga dukungan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk menciptakan proses belajar yang lebih interaktif.
Pemerintah berharap kebijakan ini dapat mempercepat pemerataan literasi digital di lingkungan madrasah, khususnya di Jawa Barat, sekaligus mempermudah supervisi, pelatihan, dan dukungan teknis bagi tenaga pendidik di era transformasi pendidikan digital.***