Keboncinta.com-- Kemajuan teknologi membuat layanan pinjaman online atau pinjol semakin mudah diakses. Dalam situasi tertentu, pinjaman online memang bisa menjadi alternatif ketika seseorang membutuhkan dana untuk keperluan yang bersifat mendesak.
Meski demikian, pinjol perlu digunakan dengan perhitungan yang matang. Cicilan, bunga, dan kewajiban pembayaran yang menumpuk dapat berubah menjadi persoalan keuangan apabila tidak disesuaikan dengan kemampuan membayar.
Bagi yang sudah terlanjur memiliki utang pinjol, kondisi tersebut bukan berarti tidak dapat diperbaiki. Diperlukan langkah yang terencana agar beban utang tidak semakin berat.
Berikut delapan strategi yang dapat dipertimbangkan untuk membantu mengatasi utang pinjol.
Baca Juga: Sering Belanja Tanpa Rencana? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Kebiasaan Impulse Buying
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui secara jelas seluruh kewajiban yang masih dimiliki.
Buat catatan mengenai jumlah pokok pinjaman, bunga, besaran cicilan, serta tanggal jatuh tempo setiap utang. Setelah seluruh data terkumpul, tentukan kewajiban mana yang harus diprioritaskan.
Utang dengan bunga tinggi atau pinjaman yang memiliki konsekuensi lebih besar ketika terjadi keterlambatan dapat menjadi perhatian utama. Dengan mengetahui posisi utang secara menyeluruh, strategi pembayaran akan lebih mudah disusun.
Ketika mulai kesulitan memenuhi cicilan, sebaiknya jangan menghilang atau menghindari komunikasi dengan pihak pemberi pinjaman.
Sampaikan kondisi keuangan secara terbuka dan tanyakan kemungkinan solusi pembayaran yang tersedia. Dalam situasi tertentu, penyedia pinjaman mungkin memiliki pilihan seperti perubahan jadwal pembayaran atau penyesuaian skema cicilan.
Namun, setiap tawaran atau kesepakatan baru harus dipelajari dengan cermat, termasuk biaya, bunga, jangka waktu, dan konsekuensi yang mungkin muncul.
Baca Juga: Ingin Tidur Lebih Tenang? Ini 7 Adab Sebelum Tidur dalam Islam
Memiliki beberapa utang sekaligus dapat membuat pengelolaan keuangan semakin rumit. Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah konsolidasi utang, yaitu menggabungkan sejumlah kewajiban menjadi satu pembayaran.
Jika tersedia skema yang benar-benar memberikan biaya atau bunga lebih rendah dan cicilan lebih mudah dikelola, konsolidasi berpotensi mengurangi tekanan pembayaran setiap bulan.
Meski demikian, jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan nominal cicilan. Perhitungkan seluruh biaya dan persyaratan agar langkah tersebut tidak justru menambah beban.
Mengubah pola pengelolaan uang menjadi lebih disiplin merupakan bagian penting dalam proses melunasi utang.
Periksa kembali seluruh pemasukan dan pengeluaran setiap bulan. Pangkas pengeluaran yang tidak mendesak dan dahulukan kebutuhan pokok serta kewajiban pembayaran utang.
Anggaran yang lebih terkontrol dapat membantu memastikan uang yang tersedia tidak habis untuk kebutuhan konsumtif. Selain itu, pola ini juga dapat mengurangi kemungkinan mengambil pinjaman baru untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Mengurangi pengeluaran saja terkadang belum cukup. Jika memungkinkan, menambah sumber pemasukan dapat menjadi langkah lain untuk mempercepat penyelesaian utang.
Penghasilan tambahan bisa diperoleh melalui pekerjaan sampingan, usaha kecil, pekerjaan paruh waktu, atau kegiatan lain yang sesuai dengan keahlian serta waktu yang dimiliki.
Pendapatan tambahan sebaiknya digunakan secara terarah untuk membantu membayar kewajiban. Hindari menjadikan tambahan penghasilan sebagai alasan untuk meningkatkan pengeluaran konsumtif.
Baca Juga: PPPK Penuh Waktu Punya Hak Kenaikan Gaji Berkala, Ini Syarat dan Dokumen yang Perlu Disiapkan