Keboncinta.com-- Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta para menteri Kabinet Merah Putih menunaikan kewajiban zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Istana Negara. Kegiatan ini digelar dalam program bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia”.
Penyerahan zakat tersebut dilaksanakan bertepatan dengan rangkaian sidang kabinet paripurna yang berlangsung di Istana.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir jajaran Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Agama Nasaruddin Umar, para menteri dan wakil menteri, kepala badan, penasihat khusus presiden, serta asisten khusus presiden.
Zakat yang diserahkan Presiden Prabowo diterima langsung oleh Ketua Baznas, Sodik Mudjahid.
Baca Juga: Asal Usul Tradisi Mudik Lebaran di Indonesia, Ternyata Sudah Ada Sejak Zaman Kerajaan
Sebagai bagian dari tugas amil zakat, Sodik juga memimpin doa bagi para muzaki yang telah menunaikan kewajibannya.
Dalam kegiatan pelayanan Konter Zakat Istana tersebut, dana zakat yang berhasil dihimpun mencapai lebih dari Rp3,8 miliar dari 111 orang muzaki.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi contoh nyata bagi masyarakat mengenai pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi.
“Baznas memiliki peran yang sangat penting. Dengan kita memberikan zakat hari ini, kita menunjukkan dukungan terhadap penguatan lembaga zakat di Indonesia,” ujar Presiden saat membuka sidang kabinet setelah menunaikan zakat bersama para menteri.
Presiden juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi berbagai lembaga ekonomi keagamaan di Indonesia agar potensi ekonomi umat dapat dikelola secara maksimal.
Menurutnya, pengelolaan zakat harus memanfaatkan teknologi modern agar penghimpunan dan penyalurannya bisa dilakukan secara lebih efektif dan efisien.
Ketua Baznas Sodik Mudjahid menyampaikan apresiasi atas partisipasi Presiden, Wakil Presiden, serta para anggota kabinet dalam kegiatan zakat di Istana Negara.
Ia menyebutkan bahwa momentum Ramadan menjadi waktu yang sangat penting untuk memperkuat gerakan zakat nasional.
Pada Ramadan 2026, Baznas menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp515 miliar melalui Baznas pusat.
Target tersebut merupakan bagian dari rencana pengumpulan zakat sebesar Rp1,4 triliun sepanjang tahun 2026.
Sementara secara nasional, pengelolaan zakat oleh Baznas pusat dan daerah ditargetkan dapat mencapai Rp66 triliun pada tahun ini.
Baca Juga: Jadwal Libur Lebaran 2026 untuk ASN Lebih Panjang, Ada Skema Work From Anywhere untuk PNS dan PPPK
Selain itu, pengumpulan zakat selama Ramadan diproyeksikan mencapai sekitar Rp6 triliun yang dihimpun melalui sekitar 760 lembaga zakat, termasuk Baznas dan berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia.
Sodik berharap keteladanan Presiden dan Wakil Presiden dalam menunaikan zakat melalui Baznas dapat menjadi inspirasi bagi pejabat negara, pelaku usaha, serta masyarakat luas.
Ia mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai upaya memperkuat kesejahteraan umat sekaligus membantu mengurangi angka kemiskinan di Indonesia.
“Zakat menolong umat, dan zakat juga menjadi penolong di akhirat. Baznas siap menerima serta menyalurkan zakat kepada para mustahik sesuai prinsip amanah dan ketentuan syariat,” ujarnya.
Acara penyerahan zakat tersebut juga dihadiri sejumlah pimpinan Baznas, di antaranya Wakil Ketua Baznas Zainut Tauhid Sa'adi, serta jajaran pimpinan lainnya yang turut mendukung penguatan gerakan zakat nasional.***