Keboncinta.com-- Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam biasanya mulai mempersiapkan diri menjalankan amalan-amalan sunnah yang penuh keutamaan. Di antara ibadah yang paling dianjurkan ialah puasa Tarwiyah dan puasa Arafah, dua puasa sunnah yang dilaksanakan pada awal bulan Zulhijah.
Meski sering dijalankan setiap tahun, masih banyak umat Muslim yang belum memahami tata cara pelaksanaannya secara menyeluruh, mulai dari niat, waktu sahur, adab selama berpuasa, hingga doa berbuka. Agar ibadah berjalan lebih maksimal, penting memahami panduan lengkap kedua puasa sunnah ini.
Mengenal Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah
Dalam menjalankan ibadah puasa, niat menjadi bagian penting yang tidak boleh ditinggalkan. Sebab, niat merupakan pembeda antara ibadah dan aktivitas biasa serta menjadi syarat diterimanya amalan.
Berikut bacaan niat puasa Tarwiyah:
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala.
(Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala).
Sementara untuk puasa Arafah, niatnya sebagai berikut:
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'ala.
(Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala).
Niat dapat dilakukan sejak malam hari hingga sebelum waktu zawal (tergelincir matahari), selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Sahur, Sunnah yang Penuh Keberkahan
Sahur bukan sekadar makan sebelum berpuasa, tetapi juga termasuk sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Selain membantu menjaga stamina tubuh selama menahan lapar dan dahaga, sahur juga memiliki nilai spiritual yang besar.
Ulama Yusuf Qardhawi menjelaskan bahwa waktu sahur berlangsung setelah pertengahan malam hingga menjelang terbit fajar. Momen ini juga menjadi waktu yang penuh keberkahan untuk memperbanyak doa, zikir, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
"Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur terdapat keberkahan." (HR Bukhari)
Karena itu, umat Islam dianjurkan tidak melewatkan sahur saat menjalankan puasa Tarwiyah maupun Arafah.
Menjaga Sikap Selama Berpuasa
Selain menahan lapar dan haus, puasa juga mengajarkan pengendalian diri. Orang yang berpuasa dianjurkan menjaga lisan dan perilaku dari berbagai hal yang dapat mengurangi pahala ibadah.
Beberapa sikap yang sebaiknya dihindari selama puasa antara lain:
Dengan menjaga sikap dan hati, pahala puasa dapat diperoleh secara lebih sempurna.
Baca Juga: 130 Naskah Kuno Aceh Nyaris Rusak Permanen! Manuskrip Warisan Islam Diselamatkan dari Dampak Banjir
Doa Berbuka Puasa Tarwiyah dan Arafah
Saat azan Magrib berkumandang, umat Islam dianjurkan segera berbuka puasa. Sebelum makan atau minum, dianjurkan membaca doa berbuka berikut:
Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa 'ala rizqika afthartu, birahmatika ya arhamar rahimin.
Artinya:
"Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
Puasa Tarwiyah dan Arafah bukan hanya menjadi amalan sunnah menjelang Idul Adha, tetapi juga momentum memperkuat spiritualitas dan meningkatkan ketakwaan.
Dengan memahami tata cara pelaksanaannya secara benar, diharapkan ibadah yang dijalankan menjadi lebih khusyuk dan penuh keberkahan.***