Ceramah
Azzahra Esa Nabila

Dakwah yang Menyentuh Dimulai dari Cara Berkomunikasi yang Tepat

Dakwah yang Menyentuh Dimulai dari Cara Berkomunikasi yang Tepat

15 Agustus 2026 | 15:09

Keboncinta.com-- Tidak sedikit orang yang datang ke sebuah kajian dengan semangat, tetapi pulang tanpa benar-benar memahami pesan yang disampaikan.

Ada juga yang justru merasa tersinggung, bosan, atau enggan datang kembali.

Padahal, materi yang dibawakan sebenarnya baik dan penuh nilai.

Fenomena ini menunjukkan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya ditentukan oleh isi pesan, tetapi juga oleh cara pesan itu disampaikan.

Komunikasi yang kurang tepat dapat membuat pesan yang baik kehilangan daya sentuhnya.

Sebaliknya, penyampaian yang hangat dan bijaksana mampu membuat nasihat sederhana terasa membekas di hati.

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah terlalu fokus pada apa yang ingin disampaikan, tetapi lupa memikirkan siapa yang sedang mendengarkan.

Pendakwah terkadang menggunakan istilah yang sulit dipahami, berbicara terlalu cepat, atau menyampaikan materi dengan nada yang terasa menghakimi.

Ada pula yang lebih banyak berbicara daripada mendengarkan kondisi audiens.

Akibatnya, dakwah berubah menjadi monolog yang jauh dari kebutuhan pendengar.

Padahal, setiap kelompok memiliki latar belakang, usia, pengalaman, dan cara berpikir yang berbeda.

Anak muda tentu membutuhkan pendekatan yang berbeda dengan orang tua, begitu pula masyarakat umum berbeda dengan kalangan akademisi.

Kesalahan lain yang tidak kalah penting adalah kurang membangun hubungan emosional.

Banyak orang mengingat bagaimana sebuah pesan disampaikan, bukan hanya apa isi pesannya.

Ketika seorang pendakwah menunjukkan empati, memberikan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta menggunakan bahasa yang sederhana, audiens akan merasa dihargai.

Sebaliknya, jika dakwah dipenuhi nada menyalahkan atau seolah merasa paling benar, pendengar cenderung memasang jarak.

Di era digital, tantangan ini semakin besar karena masyarakat terbiasa menerima informasi yang singkat, menarik, dan relevan.

Dakwah yang mampu mengikuti perubahan cara masyarakat belajar akan lebih mudah diterima tanpa kehilangan nilai-nilai yang ingin disampaikan.

Tags:
Cara Berkomunikasi Dakwah Kreatif Mahasiswa Fakultas Dakwah Komunikasi Islam

Komentar Pengguna