Lifestyle
Azzahra Esa Nabila

Hidup Harus Estetik? Mengulik Gaya ‘Aesthetic Living’ ala Gen Z di Balik Layar

Hidup Harus Estetik? Mengulik Gaya ‘Aesthetic Living’ ala Gen Z di Balik Layar

29 April 2026 | 08:37

Keboncinta.com-- Pagi hari dimulai dengan cahaya matahari yang masuk dari jendela, secangkir kopi tersaji rapi di meja, buku terbuka di sampingnya, dan semuanya tertangkap dalam satu foto yang tampak “sempurna”. Di dunia digital, gaya hidup seperti ini semakin sering terlihat rapi, tenang, dan indah dipandang.

Inilah yang sering disebut sebagai aesthetic living, sebuah tren yang lekat dengan Gen Z.

Melalui platform seperti Instagram dan TikTok, estetika tidak hanya menjadi soal visual, tetapi juga gaya hidup. Cara berpakaian, menata kamar, memilih warna, hingga rutinitas harian semuanya dirancang agar terlihat selaras dan “enak dilihat”. Sekilas, ini tampak seperti bentuk kreativitas. Dan memang, di satu sisi, tren ini memberi ruang bagi individu untuk mengekspresikan diri. Estetika menjadi bahasa visual yang menunjukkan preferensi, identitas, bahkan suasana hati. Tidak heran jika banyak Gen Z merasa lebih terhubung dengan konten yang memiliki nilai visual yang kuat. Namun, di balik keindahannya, ada hal yang perlu dipertanyakan.

Apakah estetika ini benar-benar mencerminkan kehidupan nyata?

Paparan visual yang terus-menerus terhadap standar tertentu dapat memengaruhi cara seseorang melihat dirinya sendiri. Ketika kehidupan sehari-hari tidak terlihat “seindah” yang ada di layar, muncul perasaan tidak cukup atau kurang puas. Tanpa disadari, estetika bisa berubah menjadi tekanan. Semua terasa harus rapi, harus menarik, bahkan harus “layak diunggah”. Hal-hal sederhana yang seharusnya dinikmati apa adanya, mulai dinilai dari sudut pandang visual.

Namun, bukan berarti tren ini sepenuhnya negatif.

Banyak juga yang menemukan kenyamanan dalam estetika. Menata ruang, memilih warna yang disukai, atau membuat rutinitas terasa lebih menyenangkan bisa menjadi cara untuk meningkatkan suasana hati. Masalahnya bukan pada estetika itu sendiri, tetapi pada ekspektasi yang menyertainya. Ketika estetika menjadi kewajiban, ia kehilangan maknanya. Menariknya, sebagian Gen Z mulai menggeser arah ini. Muncul konten yang lebih jujur tidak selalu rapi, tidak selalu sempurna, tetapi terasa lebih nyata. Ini menjadi tanda bahwa keaslian mulai kembali dicari. Hidup tidak harus selalu terlihat estetik. Kadang berantakan, kadang tidak sesuai rencana, dan itu bagian dari proses. Estetika bisa menjadi cara untuk menikmati hidup, tetapi bukan standar untuk menilai hidup itu sendiri.

Karena di balik setiap tampilan yang indah, tetap ada realita yang tidak selalu terlihat. Dan justru di situlah, kehidupan menjadi lebih manusiawi.

Tags:
Gen Z life Gaya Hidup Remaja Estetika Gen Milenial Wajib Tau!

Komentar Pengguna