Keboncinta.com— SDN 47 Kota Jambi menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 menyusul penurunan kualitas udara akibat kabut asap.
Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Jambi Nomor 21 Tahun 2026 tentang antisipasi dampak pencemaran udara terhadap kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan.
Pada tahap awal, PJJ hanya diberlakukan bagi siswa kelas 1 dan 2. Siswa kelas 3 hingga kelas 6 masih mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah.
Namun, peningkatan Indeks Standar Pencemar Udara membuat kebijakan diperluas. Seluruh siswa kemudian diminta mengikuti kegiatan belajar dari rumah.
Kepala SDN 47 Kota Jambi Harunsyah menegaskan bahwa penerapan PJJ tidak berarti kegiatan pendidikan dihentikan.
Guru tetap hadir di sekolah untuk memberikan materi melalui Google Meet. Selain pembelajaran langsung secara daring, siswa memperoleh lembar kerja yang diselesaikan di rumah dengan pendampingan orang tua.
Tahapan pembelajaran tetap dilaksanakan, mulai dari pembukaan, penyampaian materi, kegiatan inti, penutup hingga evaluasi.
Pendekatan tersebut bertujuan memastikan hak belajar siswa tetap terpenuhi meskipun kegiatan tatap muka sementara dihentikan.
Pembelajaran jarak jauh dijadwalkan berlangsung pada 26–28 Agustus 2026. Sekolah masih menunggu perkembangan kualitas udara dan keputusan Pemerintah Kota Jambi untuk menentukan sistem pembelajaran pada Senin berikutnya.
Jika kondisi udara membaik dan dinyatakan aman, pembelajaran tatap muka dapat kembali dilakukan. Namun, PJJ berpotensi diperpanjang apabila tingkat pencemaran masih membahayakan kesehatan.
Siswa diminta mengurangi aktivitas di luar rumah. Apabila harus bepergian, mereka dianjurkan menggunakan masker yang sesuai dan menghindari kegiatan fisik berat di ruang terbuka.
Orang tua juga perlu mengawasi kondisi anak. Keluhan seperti batuk, sesak napas, mata perih atau sakit tenggorokan sebaiknya segera ditangani melalui fasilitas kesehatan.
Keputusan kembali ke sekolah perlu mempertimbangkan data kualitas udara resmi, bukan hanya pengamatan visual terhadap ketebalan kabut.