DEPOK – Politeknik Negeri Jakarta menggelar Pekan Inovasi PNJ 2026 sebagai ruang kolaborasi untuk mempertemukan akademisi, mahasiswa, pelaku industri, UMKM, perusahaan rintisan, dan masyarakat.
Kegiatan bertema “Innovation for Sustainable Future” tersebut berlangsung pada 26–27 Agustus 2026 di lingkungan kampus PNJ, Depok.
Direktur PNJ, Syamsurizal, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan untuk mendorong, mengapresiasi, dan menyebarluaskan berbagai gagasan serta karya inovatif.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat dinilai perlu diikuti dengan penguatan budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi. Riset tidak cukup berhenti sebagai laporan akademik, tetapi harus mempunyai peluang untuk dimanfaatkan oleh masyarakat dan dunia industri.
Pekan Inovasi PNJ menghadirkan sejumlah kegiatan, mulai dari pemaparan narasumber, diskusi, sesi tanya jawab, presentasi peserta kompetisi, hingga pameran karya yang berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs.
Pameran tersebut diikuti 25 peserta. Selain berasal dari PNJ, peserta juga mencakup perguruan tinggi mitra, UMKM, dan perusahaan rintisan.
Keterlibatan berbagai pihak membuka kesempatan bagi inovator untuk memperkenalkan produknya sekaligus memperoleh masukan. Pertemuan tersebut juga dapat menjadi pintu awal bagi pengembangan, pengujian, dan penerapan hasil inovasi.
Peserta kegiatan meliputi siswa, mahasiswa, guru, dosen, tenaga kependidikan, peneliti, perwakilan industri, serta pemangku kepentingan dalam bidang sains dan teknologi.
Ketua Rekayasa Teknologi dan Pusat Unggulan PNJ, Dewi Liliana, menekankan pentingnya diseminasi hasil riset. Produk inovasi perlu diperkenalkan kepada masyarakat agar manfaatnya dapat diketahui dan dirasakan secara lebih luas.
Pekan Inovasi PNJ diharapkan membantu membentuk ekosistem yang mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan kemampuan riset perguruan tinggi. Kolaborasi lanjutan menjadi penting agar karya yang dipamerkan tidak berhenti sebagai prototipe.
Pengembangan yang konsisten, pengujian kelayakan, perlindungan kekayaan intelektual, dan kemitraan dengan industri dapat membantu inovasi kampus menghasilkan dampak ekonomi, sosial, maupun lingkungan.