Berita
Hilmi An Naufal

Longsoran Gletser Diduga Memicu Banjir Nepal, Air Sungai Naik 9 Meter dalam 30 Menit

Longsoran Gletser Diduga Memicu Banjir Nepal, Air Sungai Naik 9 Meter dalam 30 Menit

27 Agustus 2026 | 06:01

Keboncinta.com— Penyebab pasti banjir bandang dahsyat di Nepal masih diselidiki. Namun, analisis awal citra satelit menunjukkan sebagian gletser diduga runtuh dan jatuh ke lembah hingga menciptakan longsoran es, batu serta sedimen.

Pakar kebumian yang menelaah citra Planet Labs menemukan adanya perubahan besar pada bentang alam di sekitar perbatasan Nepal dan Tibet. Kawasan yang sebelumnya terlihat hijau tertutup material berwarna cokelat setelah bencana.

Bagian bawah gletser diperkirakan runtuh dari ketinggian sekitar 5.200 meter. Material tersebut kemudian jatuh sejauh kurang lebih 1.200 meter menuju dasar lembah.

Longsoran tersebut diduga mendorong air, batu dan lumpur memasuki Sungai Lhende. Gelombang material kemudian bergerak menuju sistem Sungai Bhotekoshi dan Trishuli.

Permukaan Air Naik Sangat Cepat

International Centre for Integrated Mountain Development mencatat permukaan sungai di kawasan Galchhi dilaporkan naik hingga sembilan meter hanya dalam waktu sekitar 30 menit.

Kenaikan yang sangat cepat membuat warga memiliki waktu terbatas untuk menyelamatkan diri. Arus banjir juga membawa batu berukuran besar dan sedimen yang meningkatkan daya rusaknya.

Banjir tersebut bukan sekadar luapan air biasa. Para ahli menggambarkannya sebagai peristiwa longsoran es dan batu yang berubah menjadi aliran material berkecepatan tinggi.

Gempa Masih Diselidiki sebagai Pemicu

Beberapa menit sebelum banjir dilaporkan, gempa bumi bermagnitudo 4,4 terjadi di wilayah Tibet. Lokasinya berada sekitar 47 kilometer di sebelah utara Gosainkunda.

Pemerintah Nepal menduga getaran gempa mungkin ikut memicu runtuhnya gletser. Meski demikian, hubungan langsung antara gempa dan banjir belum dapat dipastikan.

Suhu udara yang relatif hangat sebelum kejadian juga sedang diteliti. Citra satelit menunjukkan berkurangnya lapisan salju pada sejumlah gletser dalam waktu singkat. Kondisi tersebut mungkin membuat es lebih tidak stabil, tetapi masih diperlukan kajian ilmiah lebih lanjut.

Perubahan iklim menjadi faktor latar belakang yang meningkatkan kerentanan kawasan Himalaya. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa sebelumnya menunjukkan pegunungan Nepal kehilangan hampir sepertiga lapisan esnya dalam kurun lebih dari tiga dekade.

Pemerintah Nepal dan China kini mengumpulkan data satelit, cuaca serta aktivitas gempa untuk memastikan rangkaian kejadian yang memicu bencana.

Tags:
berita nasional

Komentar Pengguna