keboncinta.com --- Arab Saudi terus melakukan inovasi untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan jemaah haji. Salah satu terobosan terbaru adalah penggunaan identitas pengunjung digital yang memungkinkan jemaah bepergian tanpa perlu membawa paspor fisik.
Kebijakan ini diumumkan oleh Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi sebagai bagian dari transformasi digital layanan haji 1447 H/2026 M. Dengan sistem ini, mobilitas jemaah di dalam negeri menjadi lebih praktis dan efisien.
Identitas pengunjung digital kini berfungsi sebagai dokumen resmi yang diakui oleh pemerintah Arab Saudi. Artinya, jemaah tidak lagi wajib membawa paspor fisik saat bepergian di dalam wilayah Saudi.
Baca juga : Terus Lakukukan Pencarian, PPIH Bentuk Tim Khusus Cari Jemaah Haji Indonesia yang Hilang
Dengan adanya ID digital, jemaah haji dapat bergerak dengan lebih mudah dan aman ke berbagai wilayah di Arab Saudi. Hal ini tentu sangat membantu, terutama bagi jemaah lansia atau mereka yang khawatir kehilangan dokumen penting seperti paspor.
Selain itu, penggunaan dokumen digital juga mengurangi risiko kerusakan atau kehilangan paspor selama perjalanan ibadah.
Untuk memperoleh ID digital ini, jemaah haji perlu mendaftar melalui platform resmi pemerintah Saudi, yaitu Absher yang dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri.
Melalui platform Absher Individuals, jemaah dapat mengajukan identitas pengunjung digital secara online. Setelah terdaftar, identitas tersebut dapat digunakan sebagai dokumen perjalanan resmi selama berada di Arab Saudi.
Sistem ini dirancang untuk terintegrasi dengan data imigrasi dan keamanan, sehingga memberikan perlindungan maksimal bagi jemaah selama menjalankan ibadah.
Selain menghadirkan ID digital, Arab Saudi juga meningkatkan berbagai fasilitas pendukung untuk menyambut musim haji 2026.
Saudi Arabia Railways meningkatkan kapasitas layanan Kereta Cepat Haramain hingga 2,2 juta kursi. Kereta ini menghubungkan kota-kota penting seperti Makkah, Madinah, Jeddah, Bandara King Abdulaziz, dan King Abdullah Economic City.
Diperkirakan lebih dari 5.300 perjalanan akan dioperasikan selama musim haji, dengan dukungan 35 kereta listrik modern yang mampu mengangkut hingga 417 penumpang per perjalanan.
Langkah ini bertujuan mengantisipasi lonjakan jumlah jemaah serta memperlancar mobilitas antar kota suci.
Direktorat Jenderal Paspor Saudi juga menetapkan beberapa kategori orang yang dapat mengakses layanan izin masuk Makkah melalui platform Absher.
Kategori tersebut meliputi warga negara asing yang tinggal atau bekerja di Saudi, investor, warga negara GCC, ibu non-Saudi dari warga Saudi, anggota keluarga non-Saudi, serta pekerja rumah tangga.
Kebijakan ini menunjukkan upaya Saudi dalam mengatur akses ke wilayah suci secara lebih terstruktur dan berbasis teknologi.
Penggunaan ID digital bagi jemaah haji menjadi langkah besar dalam transformasi layanan ibadah di Arab Saudi. Selain memudahkan mobilitas tanpa paspor fisik, sistem ini juga meningkatkan keamanan dan efisiensi selama musim haji.
Didukung dengan peningkatan infrastruktur seperti Kereta Cepat Haramain, pengalaman ibadah haji di tahun 2026 diprediksi akan semakin nyaman dan modern.