Kesehatan
Rahman Abdullah

Nasi Sering Dituduh Jadi Penyebab Diabetes, Ini Fakta yang Perlu Diketahui

Nasi Sering Dituduh Jadi Penyebab Diabetes, Ini Fakta yang Perlu Diketahui

05 Agustus 2026 | 18:38

Keboncinta.com-- Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, makan rasanya belum lengkap tanpa sepiring nasi. Meski sudah mengonsumsi berbagai jenis makanan, banyak orang masih merasa belum benar-benar makan jika belum menyantap nasi sebagai makanan pokok.

Di balik kebiasaan tersebut, muncul pertanyaan yang sering diperbincangkan. Jika nasi dikenal memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi, mengapa masyarakat Indonesia yang telah mengonsumsinya sejak lama tidak semuanya mengalami diabetes? Jawabannya ternyata tidak sesederhana menyalahkan nasi semata.

Baca Juga: Rahasia Hubungan Langgeng Menurut Gary Chapman, Kenali 5 Love Language Pasanganmu

Nasi Menjadi Makanan Pokok Masyarakat Indonesia

Indonesia termasuk salah satu negara dengan konsumsi beras tertinggi di dunia. Kebiasaan mengonsumsi nasi telah berlangsung turun-temurun dan dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Selain karena tanaman padi mudah dibudidayakan di banyak wilayah, harga beras relatif terjangkau dan cita rasanya telah menjadi bagian dari budaya kuliner masyarakat. Dukungan kebijakan pemerintah dalam sektor pangan juga ikut memperkuat posisi nasi sebagai makanan pokok nasional.

Benarkah Nasi Menyebabkan Diabetes?

Nasi memang mengandung karbohidrat yang menjadi sumber energi utama bagi tubuh. Menurut informasi kesehatan, nasi putih memiliki indeks glikemik yang relatif tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah lebih cepat dibandingkan beberapa sumber karbohidrat lainnya.

Namun, hal tersebut tidak berarti nasi secara langsung menjadi penyebab diabetes. Risiko gangguan kesehatan lebih dipengaruhi oleh pola makan secara keseluruhan, jumlah kalori yang dikonsumsi, aktivitas fisik, serta gaya hidup seseorang.

Apabila energi yang diperoleh dari makanan tidak digunakan melalui aktivitas sehari-hari, kelebihan energi tersebut dapat disimpan sebagai lemak. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko obesitas yang menjadi salah satu faktor risiko diabetes tipe 2.

Baca Juga: Taspen Tetap Salurkan Pensiun Janda Duda PNS, Nominalnya Tembus Rp2,37 Juta

Aktivitas Fisik Menjadi Pembeda

Salah satu alasan mengapa masyarakat Indonesia pada masa lalu relatif lebih jarang mengalami obesitas maupun diabetes adalah tingkat aktivitas fisik yang jauh lebih tinggi dibandingkan saat ini.

Sebelum berkembangnya teknologi modern, sebagian besar pekerjaan dilakukan secara manual. Banyak orang berjalan kaki dalam jarak yang cukup jauh, bekerja di sawah, berkebun, atau melakukan aktivitas fisik lainnya hampir setiap hari.

Energi yang berasal dari makanan, termasuk nasi, lebih banyak digunakan untuk mendukung aktivitas tersebut sehingga tidak mudah menumpuk menjadi cadangan lemak.

Indonesia Memiliki Beragam Makanan Pokok

Meskipun nasi menjadi makanan utama di sebagian besar wilayah Indonesia, tidak semua daerah menjadikannya sebagai sumber karbohidrat utama.

Beberapa daerah memiliki makanan pokok yang berbeda sesuai kondisi alam dan budaya setempat, seperti:

  • Sagu yang banyak dikonsumsi masyarakat Maluku.

  • Jagung yang menjadi makanan pokok di beberapa wilayah Papua.

  • Beras singkong yang dikenal di Flores.

  • Ubi jalar yang menjadi pangan utama di Kampung Adat Cirendeu.

Masing-masing bahan pangan tersebut memiliki kandungan gizi dan dapat menjadi sumber energi yang baik apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

Baca Juga: Cinta Tidak Selalu Berbunga-bunga, Ini Cara Menjaga Hubungan Tetap Awet Menurut Psikologi

Keseimbangan Pola Hidup Lebih Penting

Menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan memilih jenis makanan tertentu. Pola makan bergizi perlu diimbangi dengan aktivitas fisik yang rutin agar energi yang masuk ke dalam tubuh dapat dimanfaatkan secara optimal.

Berjalan kaki, berolahraga, atau melakukan aktivitas sehari-hari yang melibatkan banyak gerakan dapat membantu menjaga berat badan sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit metabolik.

Dengan kata lain, yang perlu diperhatikan bukan hanya apa yang dimakan, tetapi juga bagaimana seseorang menjalani gaya hidupnya.

Nasi tetap menjadi salah satu sumber energi penting bagi masyarakat Indonesia dan tidak perlu dihindari selama dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai kebutuhan. Risiko diabetes tidak hanya ditentukan oleh konsumsi nasi, tetapi juga dipengaruhi oleh pola makan secara keseluruhan, tingkat aktivitas fisik, serta kebiasaan hidup sehari-hari.

Mengonsumsi nasi secara seimbang, memperbanyak aktivitas fisik, dan melengkapi menu dengan sayuran, buah, serta sumber protein merupakan langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Tags:
Kesehatan Makanan Bergizi Makanan Sehat

Komentar Pengguna