Keboncinta.com-- Persaingan dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) diperkirakan kembali berlangsung ketat pada tahun 2026. Meningkatnya jumlah pelamar setiap tahun membuat peserta tidak cukup hanya memenuhi nilai ambang batas atau passing grade pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).
Sistem seleksi CPNS menerapkan mekanisme peringkat, sehingga peserta dengan nilai tertinggi pada setiap formasi memiliki peluang lebih besar untuk melanjutkan ke Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Karena itu, memahami target nilai yang kompetitif sejak awal menjadi langkah penting dalam menyusun strategi belajar.
Baca Juga: TKA 2026 Digelar Selama 4 Hari, Ini Jadwal Lengkap Setiap Mata Pelajaran
Masih banyak peserta yang beranggapan bahwa memenuhi passing grade sudah cukup untuk melaju ke tahap berikutnya. Padahal, kenyataannya tidak demikian.
Dalam seleksi CPNS, peserta yang lolos ke SKB dipilih berdasarkan peringkat nilai SKD pada masing-masing formasi. Umumnya, jumlah peserta yang berhak mengikuti SKB sebanyak tiga kali jumlah kebutuhan formasi yang tersedia.
Artinya, meskipun berhasil melampaui nilai minimum pada setiap subtes, peluang tetap dapat tertutup apabila nilai total masih berada di bawah peserta lain yang melamar pada formasi yang sama.
Walaupun pemerintah belum mengumumkan ketentuan resmi mengenai passing grade CPNS 2026, hasil seleksi pada tahun-tahun sebelumnya dapat menjadi gambaran dalam menyusun target belajar.
Baca Juga: Pendaftaran TKA 2026 Segera Dibuka! Cek Syarat Peserta yang Wajib Dipenuhi agar Tidak Gagal Daftar
Secara umum, peluang berdasarkan kisaran nilai total SKD dapat diperkirakan sebagai berikut:
Nilai di bawah 300 umumnya masih sulit bersaing di sebagian besar formasi.
Kisaran 300 hingga 330 mulai memiliki peluang pada instansi dengan tingkat persaingan menengah.
Nilai 330 sampai 350 tergolong cukup kompetitif di berbagai formasi.
Skor 350 hingga 380 termasuk kategori yang relatif aman pada banyak instansi.
Nilai di atas 380 memberikan peluang yang jauh lebih besar untuk bersaing, termasuk pada formasi yang diminati banyak pelamar.
Semakin tinggi skor yang diperoleh, semakin besar pula kesempatan untuk menempati posisi terbaik dalam pemeringkatan.
Baca Juga: Bukan Lagi Soal Masa Kerja! Kemenag Terapkan Sistem Baru Karier ASN Berbasis Manajemen Talenta
Agar mampu bersaing secara optimal, peserta disarankan menetapkan target nilai yang melampaui batas minimum pada setiap materi ujian.
Sebagai gambaran, target yang dapat dijadikan acuan antara lain:
Tes Wawasan Kebangsaan (TWK): sekitar 100 hingga 120 poin.
Tes Inteligensia Umum (TIU): sekitar 110 hingga 130 poin.
Tes Karakteristik Pribadi (TKP): sekitar 180 hingga 210 poin.
Dengan capaian tersebut, total nilai SKD dapat berada pada kisaran 390 hingga 460 poin, yang selama ini dinilai cukup kompetitif di berbagai instansi pemerintah.
Selain faktor nilai, strategi belajar juga sangat menentukan hasil akhir seleksi.
Tidak sedikit peserta yang gagal karena baru mulai belajar ketika jadwal ujian diumumkan. Ada pula yang jarang mengikuti simulasi Computer Assisted Test (CAT) sehingga kurang terbiasa menghadapi tekanan waktu saat ujian berlangsung.
Kurangnya evaluasi terhadap hasil latihan juga membuat peserta mengulang kesalahan yang sama pada setiap try out.
Untuk meningkatkan peluang lolos, peserta dapat menerapkan pola belajar yang lebih terarah.
Biasakan mengerjakan latihan soal secara konsisten setiap hari agar terbiasa dengan berbagai tipe pertanyaan. Ikuti simulasi CAT secara berkala untuk melatih kecepatan sekaligus manajemen waktu selama ujian.
Setelah mengikuti try out, lakukan evaluasi terhadap setiap jawaban yang masih keliru. Fokuskan perbaikan pada materi yang masih lemah, terutama pada subtes TIU dan TKP yang sering menjadi penentu peringkat akhir peserta.
Dengan latihan yang rutin dan evaluasi berkelanjutan, peningkatan skor akan lebih mudah dicapai.
Seleksi CPNS 2026 diperkirakan kembali menghadirkan persaingan yang sangat ketat. Oleh karena itu, mengejar passing grade saja tidak lagi menjadi strategi yang cukup untuk memperoleh kesempatan mengikuti SKB.
Menargetkan nilai SKD yang tinggi, menyusun pola belajar yang konsisten, serta rutin mengikuti simulasi CAT akan meningkatkan daya saing peserta dalam sistem seleksi berbasis peringkat. Semakin tinggi skor yang diraih, semakin besar pula peluang untuk melangkah ke tahapan berikutnya dan mewujudkan impian menjadi Aparatur Sipil Negara.***