Pendidikan
Rahman Abdullah

Pelatihan Tartil Al-Qur’an Kemenag Dimulai, 1.000 Guru PAI Jadi Peserta Angkatan I

Pelatihan Tartil Al-Qur’an Kemenag Dimulai, 1.000 Guru PAI Jadi Peserta Angkatan I

09 September 2026 | 13:57

Keboncinta.com-- Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), mulai melaksanakan Program Peningkatan Kompetensi Tartil Al-Qur’an bagi Guru PAI. Pada angkatan pertama, sebanyak 1.000 guru PAI mengikuti program tersebut secara daring melalui platform Zoom.

Pelatihan perdana ini ditujukan bagi guru PAI yang berada di DKI Jakarta, Banten, DI Yogyakarta, serta sebagian wilayah Jawa Barat. Selama satu bulan, para peserta akan mendapatkan pembinaan secara intensif dengan memanfaatkan Learning Management System (LMS) CintaQu.

Platform digital tersebut digunakan sebagai sarana pembelajaran selama program berlangsung. Melalui sistem ini, peserta dapat mengikuti materi dan proses pembinaan secara lebih terstruktur meskipun sebagian besar kegiatan dilaksanakan secara daring.

Baca Juga: Menag Tekankan Pendalaman Agama dalam Penyusunan Peta Jalan Pesantren

Pelatihan Tartil Berlangsung Selama Satu Bulan

Program peningkatan kompetensi ini dirancang dengan pola pembelajaran yang menggabungkan kegiatan daring dan luring. Peserta tidak hanya menerima materi secara online, tetapi juga mendapatkan sesi review bersama pelatih profesional setiap hari Sabtu melalui pertemuan daring.

Setelah menyelesaikan rangkaian pembinaan, peserta akan mengikuti ujian akhir secara luring. Setiap peserta diperkirakan menjalani ujian selama sekitar lima menit.

Dalam pelaksanaannya, peserta akan dinilai oleh dua orang penguji dalam satu majelis. Lokasi ujian disiapkan di titik yang berada paling dekat dengan domisili masing-masing peserta.

Pola tersebut dirancang agar proses pembelajaran digital tetap diikuti dengan evaluasi kemampuan secara langsung. Dengan demikian, kompetensi membaca Al-Qur’an peserta dapat dinilai pada tahap akhir program.

Kemenag Ingin Guru PAI Bebas dari Buta Huruf Al-Qur’an

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, mengatakan program ini menjadi salah satu upaya untuk memastikan guru PAI memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik.

Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan bagian mendasar dari profesi guru PAI karena Al-Qur’an menjadi sumber utama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Karena itu, Amien meminta para peserta memanfaatkan kesempatan mengikuti pelatihan tersebut secara maksimal. Meskipun pelaksanaan program menggunakan teknologi digital dan sebagian besar berlangsung secara daring, kualitas setiap tahapan pembelajaran tetap harus dijaga.

Amien juga menegaskan bahwa program tersebut akan diintegrasikan dengan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB). Integrasi ini diharapkan membuat kegiatan peningkatan kompetensi Tartil Al-Qur’an menjadi bagian dari pengembangan profesional guru secara berkelanjutan.

Baca Juga: Kemenag Susun Peta Jalan Pesantren untuk 5 hingga 10 Tahun ke Depan, Seperti apa?

Program Tartil Al-Qur’an Selaras dengan Arah Penguatan SDM

Program peningkatan kompetensi guru PAI tersebut juga ditempatkan dalam kerangka penguatan sumber daya manusia. Kemenag menyebut program ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin keempat mengenai penguatan sumber daya manusia.

Di lingkungan Kementerian Agama, program tersebut juga sejalan dengan Asta Protas Menteri Agama, terutama agenda Pendidikan Unggul.

Penguatan kemampuan guru PAI dalam membaca Al-Qur’an diharapkan dapat mendukung kualitas pembelajaran agama di satuan pendidikan. Guru tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi, tetapi juga memiliki kompetensi yang mendukung pelaksanaan pembelajaran PAI secara optimal.

Enam Provinsi Menjadi Wilayah Piloting

Direktur PAI, M. Munir, menjelaskan bahwa pelaksanaan program di sejumlah wilayah tersebut masih menjadi tahap piloting. Program diharapkan dapat dikembangkan sehingga ke depan semakin banyak provinsi yang memperoleh kesempatan mengikuti peningkatan kompetensi Tartil Al-Qur’an.

Pelaksanaan tahap awal juga akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat efektivitas dan efisiensi program, terutama karena sebagian besar proses pembelajaran dilakukan secara daring.

M. Munir meminta jajaran terkait melakukan pemantauan secara berkelanjutan. Evaluasi tersebut diperlukan agar pelaksanaan program dapat terus diperbaiki dan hasilnya dapat menjadi dasar pengembangan program pada tahap berikutnya.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat Ini Alasan Tunjangan Khusus Guru Non ASN Dapat Berhenti Dicairkan

Pelatihan Tartil Jadi Bagian dari Pengembangan Kompetensi Guru

Dengan melibatkan 1.000 guru pada angkatan pertama, Program Peningkatan Kompetensi Tartil Al-Qur’an menjadi salah satu langkah Kemenag dalam memperkuat kemampuan guru PAI.

Pemanfaatan LMS CintaQu, sesi review bersama pelatih profesional, hingga ujian akhir secara luring menunjukkan bahwa program dirancang dengan kombinasi pembelajaran digital dan evaluasi langsung.

Ke depan, pengalaman dari pelaksanaan angkatan pertama diharapkan dapat menjadi bahan untuk memperluas program ke wilayah lainnya. Dengan demikian, peningkatan kompetensi membaca Al-Qur’an bagi guru PAI dapat menjangkau lebih banyak pendidik di berbagai provinsi.

Informasi mengenai perkembangan Program Peningkatan Kompetensi Tartil Al-Qur’an dapat dipantau melalui kanal resmi Direktorat PAI Kemenag.***

Tags:
pendidikan kemenag PAI Guru

Komentar Pengguna