Keboncinta.com-- Para santri Madrasah Diniyah Takmiliyah dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah mulai bersiap menghadapi Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah atau Porsadin Tahun 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Persiapan kegiatan tersebut kembali dimatangkan melalui pertemuan antara Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dan Dewan Pimpinan Wilayah Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah atau FKDT Jawa Tengah pada Senin, 28 September 2026.
Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, Porsadin Jawa Tengah dijadwalkan berlangsung pada Jumat hingga Sabtu, 9–10 Oktober 2026.
Kabupaten Tegal dipercaya menjadi tuan rumah.
Kegiatan utama direncanakan berlangsung di kawasan Pendopo Kabupaten Tegal dengan menghadirkan perwakilan santri diniyah dari berbagai daerah.
Porsadin merupakan salah satu ajang pengembangan bakat bagi santri Madrasah Diniyah Takmiliyah.
Kompetisi tidak hanya berorientasi pada kemampuan keagamaan, tetapi menggabungkan bidang akademik, seni dan olahraga.
Ketua DPW FKDT Jawa Tengah Kiai Abdul Rohman menyampaikan bahwa pada Porsadin tingkat Jawa Tengah tahun ini terdapat 16 mata lomba yang akan dipertandingkan.
Para peserta yang hadir merupakan santri terbaik yang sebelumnya melalui proses seleksi dan kompetisi di tingkat daerah masing-masing.
Sejumlah kabupaten telah menggelar Porsadin tingkat kabupaten sebagai tahapan menuju kompetisi provinsi.
Kabupaten Kebumen, Blora dan Banjarnegara, misalnya, telah mempersiapkan perwakilan untuk mengikuti Porsadin Jawa Tengah di Tegal.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan bukan hanya berlangsung selama dua hari ketika kompetisi tingkat provinsi dilaksanakan.
Proses pembinaan dan seleksi telah berlangsung lebih awal melalui Madrasah Diniyah, FKDT serta berbagai pihak di masing-masing kabupaten dan kota.
Kanwil Kemenag Jawa Tengah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah Saiful Mujab juga menekankan pentingnya pembinaan lanjutan bagi peserta yang berhasil meraih prestasi.
Santri yang menjadi juara di tingkat provinsi nantinya direncanakan mengikuti training camp atau TC sesuai bidang masing-masing.
Pembinaan tersebut dilakukan sebagai persiapan menuju kompetisi tingkat nasional.
Porsadin Jawa Tengah mempunyai catatan prestasi yang cukup baik.
Pada penyelenggaraan Porsadin tingkat nasional sebelumnya di Lampung, kontingen Jawa Tengah berhasil meraih predikat Juara Umum II.
Capaian tersebut menjadi salah satu motivasi untuk mempersiapkan peserta secara lebih terarah pada tahun ini.
Porsadin juga membawa tujuan yang lebih luas dibandingkan sekadar memperoleh medali.
Ajang ini menjadi ruang silaturahmi antarsantri Madrasah Diniyah Takmiliyah dari berbagai daerah.
Para peserta dapat bertemu dengan santri lain, belajar menghargai lawan, mengembangkan sportivitas serta membangun kepercayaan diri.
Bidang seni memberikan kesempatan kepada santri menampilkan kreativitas dan keterampilan yang telah diasah di lembaga masing-masing.
Sementara cabang olahraga membantu membangun kedisiplinan, kerja sama, kesehatan dan semangat berkompetisi secara sehat.
Madrasah Diniyah sendiri memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan keagamaan kepada anak-anak di luar pendidikan formal yang mereka jalani.
Kegiatan seperti Porsadin menjadi salah satu sarana agar pembinaan di Madrasah Diniyah tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di dalam kelas.
Santri diberikan ruang untuk mengembangkan potensi lain melalui seni, olahraga dan kompetisi.
Beberapa daerah telah memperlihatkan antusiasme tinggi menjelang tingkat provinsi.
Porsadin Kabupaten Banjarnegara yang berlangsung pada akhir September, misalnya, secara khusus diarahkan untuk menjaring perwakilan menuju Porsadin Jawa Tengah di Kabupaten Tegal.
Hal serupa dilakukan Kabupaten Blora dan Kebumen.
Setelah kompetisi tingkat provinsi selesai, peserta terbaik akan memasuki tahap pembinaan menuju Porsadin tingkat nasional.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, penyelenggaraan 9–10 Oktober mendatang diharapkan tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga memperkuat jaringan dan semangat pendidikan Madrasah Diniyah di Jawa Tengah.
Bagi para santri yang menjadi wakil daerah, sekitar dua pekan menjelang pertandingan menjadi waktu penting untuk mematangkan latihan, menjaga kesehatan dan menyiapkan diri agar dapat menampilkan kemampuan terbaik.
***