Rajab Bulan Mulia, Tapi Jangan Keliru: Klarifikasi Soal Puasa dan Ibadah Rajab

Rajab Bulan Mulia, Tapi Jangan Keliru: Klarifikasi Soal Puasa dan Ibadah Rajab

23 Desember 2025 | 08:05

Keboncinta.com- Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam sebagaimana disebutkan dalam Alquran. Bersama Muharram, Zulkaidah, dan Zulhijah, Rajab memiliki keistimewaan karena pada bulan-bulan ini umat Islam diperintahkan untuk tidak menganiaya diri sendiri serta memperbanyak kebaikan dan menjauhi kemaksiatan.

Namun demikian, para ulama mengingatkan agar umat Islam tidak keliru dalam memahami kemuliaan bulan Rajab dengan mengaitkannya pada amalan-amalan tertentu yang tidak memiliki dasar kuat dari Nabi Muhammad SAW.

Banyak riwayat yang beredar di tengah masyarakat tentang keutamaan salat, puasa, umrah, hingga ritual khusus di bulan Rajab, tetapi sebagian besar dinilai lemah bahkan palsu oleh para ahli hadits.

Baca Juga: Curak: Tradisi Lama yang Tetap Hidup di Tengah Zaman

Ulama menegaskan bahwa tidak ada hadits shahih yang secara khusus menganjurkan puasa tertentu karena bulan Rajab. Puasa tetap boleh dilakukan sebagaimana puasa sunnah pada hari Senin dan Kamis, puasa ayyamul bidh, atau puasa selang-seling, namun tidak boleh diniatkan sebagai ibadah khusus karena keutamaan Rajab. Nabi Muhammad SAW sendiri tidak pernah mencontohkan puasa sebulan penuh di bulan Rajab.

Hal serupa juga berlaku pada amalan lain seperti salat malam tertentu, umrah Rajab, penyembelihan hewan, hingga anjuran zakat khusus di bulan ini. Amalan-amalan tersebut pada dasarnya boleh dilakukan selama memiliki dasar syariat umum, tetapi tidak dibenarkan jika diklaim sebagai ajaran khusus dari Nabi tanpa dalil yang sahih.

Para ulama hadits menjelaskan bahwa banyak hadits tentang Rajab dibuat dengan niat baik, yakni mendorong umat untuk beramal. Namun niat baik tidak cukup jika tidak disertai dengan ilmu.

Baca Juga: Mitos atau Fakta: Sering Menaruh HP di Dekat Kepala Saat Tidur Bisa Menyebabkan Kanker?

Salah satu kaidah yang dikenal di kalangan ulama hadits adalah bahwa amalan yang ringan tetapi dijanjikan pahala sangat besar patut dicurigai keabsahannya.

Meski demikian, klarifikasi ini bukan berarti menutup pintu kebaikan di bulan Rajab. Umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak amal saleh, menjaga akhlak, menahan diri dari permusuhan, serta menanamkan kedamaian, sebagaimana pesan utama Alquran tentang bulan-bulan haram.***

Tags:
Bulan Rajab Hadits Palsu Rajab Puasa Rajab

Komentar Pengguna