Khazanah
Hilmi An Naufal

Samsung India Mulai PHK hingga 100 Eksekutif, Harga Chip Memori Melonjak Jadi Salah Satu Penyebab

Samsung India Mulai PHK hingga 100 Eksekutif, Harga Chip Memori Melonjak Jadi Salah Satu Penyebab

08 September 2026 | 15:03

KEBONCINTA.COM – Selasa, 8 September 2026 – Samsung India dilaporkan mulai melakukan pemangkasan tenaga kerja di tengah meningkatnya biaya komponen dan tekanan terhadap bisnis elektronik konsumen.

Sekitar 80 hingga 100 eksekutif pada divisi televisi serta peralatan rumah tangga telah diminta meninggalkan perusahaan.

Pemangkasan dilakukan secara bertahap dalam beberapa kelompok.

Pegawai yang terdampak disebut berasal dari berbagai tingkatan.

Tidak hanya staf biasa, posisi seperti direktur, team leader, branch manager dan area manager juga termasuk dalam kelompok yang terkena restrukturisasi.

Laporan menyebut sejumlah surat pemutusan kerja telah diberikan dalam beberapa hari terakhir.

Beberapa pegawai bahkan diminta meninggalkan perusahaan tanpa menjalani masa pemberitahuan kerja seperti biasanya.

Samsung disebut memberikan paket kompensasi berupa gaji tiga bulan.

Selain itu, karyawan memperoleh tambahan sekitar satu bulan gaji untuk setiap tahun masa kerja sesuai laporan yang beredar.

Salah satu faktor utama yang memberikan tekanan terhadap Samsung India adalah meningkatnya harga chip memori.

Harga komponen memori dilaporkan sudah meningkat lebih dari dua kali lipat.

Kondisi tersebut menjadi masalah besar bagi industri elektronik karena chip memori digunakan hampir pada seluruh perangkat modern.

Smartphone membutuhkan RAM dan penyimpanan flash.

Smart TV menggunakan memori untuk menjalankan sistem operasi dan aplikasi.

Perangkat elektronik pintar lainnya juga semakin bergantung terhadap komponen semikonduktor.

Lonjakan permintaan kecerdasan buatan menjadi salah satu faktor yang mengubah pasar memori global.

Produsen semikonduktor mengalokasikan semakin banyak kapasitas produksi untuk kebutuhan pusat data AI.

High Bandwidth Memory atau HBM memberikan keuntungan yang lebih tinggi bagi produsen dibandingkan beberapa jenis memori konsumen.

Akibatnya, pasokan komponen yang digunakan perangkat konsumen menjadi semakin ketat.

Samsung sebenarnya merupakan salah satu produsen chip memori terbesar dunia.

Namun divisi yang membuat semikonduktor dan divisi yang menjual perangkat elektronik mempunyai struktur bisnis serta perhitungan biaya yang berbeda.

Harga chip yang lebih tinggi dapat memberikan keuntungan terhadap bisnis memori, tetapi sekaligus meningkatkan biaya produksi perangkat elektronik.

Samsung India juga menghadapi pelemahan nilai mata uang rupee.

Ketika mata uang lokal melemah terhadap dolar AS, biaya mengimpor komponen menjadi lebih mahal.

Produsen kemudian menghadapi pilihan antara menaikkan harga produk atau menerima margin keuntungan yang lebih rendah.

Tekanan lainnya datang dari kondisi pasar smartphone India.

Laporan industri yang dikutip media India memperkirakan volume pasar smartphone turun sekitar 11 hingga 12 persen secara tahunan.

Bagi Samsung, smartphone merupakan bagian sangat penting dari bisnis perusahaan di India.

Sekitar tiga perempat pendapatan Samsung India dikaitkan dengan bisnis ponsel.

Namun menariknya, tim smartphone belum terkena gelombang PHK saat ini.

Samsung disebut masih mempertahankan tenaga kerjanya pada divisi tersebut karena perusahaan berharap permintaan meningkat selama musim belanja Diwali.

Musim festival biasanya menjadi salah satu periode penjualan elektronik terbesar di India.

Produsen smartphone menawarkan diskon besar, program cicilan dan promosi untuk meningkatkan permintaan.

Karena itu Samsung masih menunggu perkembangan penjualan sebelum mengambil keputusan berikutnya mengenai divisi smartphone.

Pemangkasan saat ini lebih difokuskan kepada bisnis televisi dan home appliance.

Samsung juga sedang melakukan konsolidasi jaringan kantor regional.

Sejumlah kantor yang lokasinya berdekatan dilaporkan mulai digabung.

Contohnya adalah operasi di Ranchi dan Patna, Delhi dan Gurugram serta Punjab dan Chandigarh.

Konsolidasi dapat membuat beberapa posisi menjadi tumpang tindih.

Jika dua kantor digabungkan, perusahaan tidak selalu membutuhkan dua struktur manajemen yang sama.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan restrukturisasi tenaga kerja dilakukan.

Samsung sebelumnya juga mempertimbangkan penggabungan tim penjualan televisi dan peralatan rumah tangga.

Namun rencana tersebut dilaporkan ditunda hingga kuartal Desember.

Belum tentu gelombang pemangkasan berhenti pada sekitar 100 orang.

Sejumlah laporan menyebut proses rasionalisasi tenaga kerja tambahan dapat dilakukan setelah Diwali apabila kondisi pasar belum membaik.

Bahkan hingga 25 persen tenaga penjualan dan pemasaran pada bisnis elektronik tertentu disebut berpotensi terdampak berdasarkan informasi dari sumber industri yang dikutip media India.

Namun angka tersebut masih berupa kemungkinan dan belum merupakan keputusan resmi bahwa seluruh posisi tersebut pasti dihapus.

Kondisi Samsung India secara keseluruhan juga tidak dapat disebut sedang mengalami keruntuhan.

Perusahaan mencatat pendapatan lebih dari 1,1 lakh crore rupee pada tahun fiskal 2025.

Laba bersihnya disebut mencapai sekitar 11.287 crore rupee dan naik dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal tersebut menunjukkan restrukturisasi lebih berhubungan dengan tekanan pada unit bisnis tertentu dan upaya mengendalikan biaya.

Bisnis home appliance menyumbang sekitar 11 persen dari total penjualan Samsung India.

Kategori tersebut merupakan salah satu bisnis terbesar perusahaan setelah smartphone.

Namun margin pada bisnis elektronik konsumen dapat menjadi sangat sensitif terhadap harga komponen, kurs mata uang serta perubahan permintaan.

Samsung juga bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang menghadapi tekanan biaya pada 2026.

Kenaikan harga RAM dan penyimpanan mulai memengaruhi berbagai produsen smartphone, komputer dan perangkat elektronik.

Beberapa perusahaan telah menaikkan harga produk.

Produsen lainnya memilih menurunkan spesifikasi tertentu atau memperlambat peluncuran produk baru.

Krisis memori yang dipicu pertumbuhan pusat data AI akhirnya menunjukkan dampak yang jauh lebih luas.

Masyarakat mungkin mengenal AI melalui chatbot dan aplikasi.

Namun di balik layanan tersebut terdapat pusat data dengan ribuan GPU yang membutuhkan memori dalam jumlah sangat besar.

Ketika permintaan server meningkat, rantai pasokan perangkat elektronik konsumen ikut merasakan dampaknya.

Dalam kasus Samsung India, tekanan tersebut bertemu dengan melemahnya permintaan dan perubahan nilai tukar.

Kombinasi tersebut membuat perusahaan memilih melakukan efisiensi.

Masih perlu dilihat apakah permintaan selama musim festival dapat memperbaiki situasi.

Jika penjualan smartphone dan elektronik kembali meningkat, tekanan untuk melakukan pemangkasan tambahan dapat berkurang.

Namun apabila biaya komponen tetap tinggi dan permintaan tidak pulih, restrukturisasi dapat berlanjut setelah periode Diwali.

Peristiwa ini menjadi contoh bahwa ledakan AI tidak hanya menciptakan perusahaan baru dan permintaan chip bernilai miliaran dolar.

Perubahan tersebut juga mempunyai dampak nyata terhadap industri elektronik tradisional, harga perangkat dan bahkan struktur tenaga kerja perusahaan teknologi besar.

Tags:
teknologi

Komentar Pengguna