Berita
Hilmi An Naufal

Santrivision 2026 Dibuka hingga 15 Oktober, Santri Bisa Kirim Film, Podcast, Riset hingga Inovasi AI

Santrivision 2026 Dibuka hingga 15 Oktober, Santri Bisa Kirim Film, Podcast, Riset hingga Inovasi AI

28 September 2026 | 06:44

Keboncinta.com-- Kementerian Agama kembali membuka ruang bagi santri untuk menunjukkan kreativitas, kemampuan penelitian dan inovasi melalui Lomba Santrivision 2026.

Kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026 tersebut membuka pendaftaran mulai 23 September hingga 15 Oktober 2026.

Santrivision tahun ini mengangkat tema “Santri Membaca Zaman: Kebudayaan, Inovasi, dan Narasi Masa Depan Pesantren”.

Ajang tersebut tidak hanya menguji kemampuan santri dalam menulis. Peserta dapat mengembangkan beragam karya mulai dari riset, film, podcast, animasi, seni digital hingga teknologi yang dapat diterapkan di lingkungan pesantren.

Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pesantren merancang Santrivision sebagai ruang bagi santri untuk mengembangkan nalar kritis dan kreativitas dalam merespons perubahan zaman.

Ada tiga kategori utama yang dapat dipilih peserta.

Kategori pertama adalah naskah, kebijakan dan komunikasi ilmiah.

Dalam kategori ini, santri dapat mengirimkan karya berupa policy brief, artikel ilmiah populer, monograf atau buku saku hasil penelitian hingga esai mengenai dunia pesantren.

Kategori kedua adalah audio visual, seni visual dan media digital.

Pilihan karya pada kategori ini cukup luas, mulai dari film pendek, dokumenter, video esai, motion graphic, animasi dan podcast.

Santri yang memiliki kemampuan dalam bidang seni juga dapat mengembangkan komik digital, novel grafis, karya seni hingga kaligrafi digital.

Kategori ketiga adalah inovasi digital dan teknologi pesantren.

Dalam kategori tersebut, santri dapat membuat teknologi yang memiliki manfaat nyata untuk lingkungan pesantren.

Contohnya adalah Sistem Informasi Manajemen Pesantren, platform pelaporan anonim untuk menciptakan ruang aman bagi santri maupun bentuk inovasi digital lainnya.

Santrivision 2026 dilaksanakan dalam bentuk tim.

Setiap tim terdiri atas dua hingga tiga santri aktif yang berasal dari pesantren yang sama.

Tim juga harus didampingi satu pembimbing yang berasal dari pesantren bersangkutan.

Pesantren asal peserta harus mempunyai Nomor Statistik Pondok Pesantren atau NSPP serta tercatat dalam sistem EMIS Kementerian Agama.

Hal menarik lainnya adalah peserta yang lolos tidak langsung dibiarkan mengembangkan karya sendirian.

Santri yang lolos dari tahapan gagasan awal akan memperoleh klinik bimbingan atau mentoring bersama para ahli.

Pendamping berasal dari berbagai bidang, termasuk peneliti, praktisi media dan pengembang teknologi.

Tahap tersebut diharapkan membuat gagasan awal yang disampaikan peserta dapat berkembang menjadi karya yang lebih matang dan memiliki kemungkinan diterapkan dalam kehidupan nyata.

Para finalis selanjutnya mengikuti pitching dan presentasi di depan tim penilai lintas disiplin.

Pemenang Juara I, II dan III direncanakan diumumkan dalam puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Panitia telah menentukan delapan fokus tematik yang dapat menjadi dasar pengembangan karya.

Tema pertama berkaitan dengan keadilan iklim, ekoteologi dan ketahanan pangan. Santri dapat mengembangkan gagasan mengenai Eco-Pesantren, pengelolaan sampah, komposting, biogas hingga teknologi tepat guna.

Tema kedua membahas ruang aman, perlindungan anak dan kesehatan. Di dalamnya terdapat isu pencegahan kekerasan, mekanisme pengaduan, kesehatan mental santri, pola pengasuhan positif dan pemenuhan hak anak.

Tema ketiga berkaitan dengan generative Artificial Intelligence atau AI, kedaulatan digital serta etika teknologi.

Santri bahkan dapat mengembangkan gagasan mengenai penggunaan AI untuk membantu kajian kitab, pengelolaan data pesantren, peningkatan literasi digital dan pencegahan penyebaran berita palsu.

Tema berikutnya mencakup moderasi beragama dan fiqih perdamaian, kemandirian ekonomi dan halal supply chain, kesehatan masyarakat dan sanitasi, internasionalisasi pesantren dan diplomasi kultural, serta internalisasi nilai kepesantrenan di tengah perubahan sosial dan teknologi.

Khusus karya kategori policy brief yang menjadi pemenang, karya tersebut direncanakan dihimpun ke dalam “Buku Putih Rekomendasi Santri” bersama katalog produk inovasi.

Karya tersebut nantinya disampaikan kepada Menteri Agama sebagai bagian dari kumpulan gagasan dan rekomendasi santri mengenai pengembangan pesantren.

Pendaftaran dan pengiriman dokumen Santrivision 2026 berlangsung hingga 15 Oktober 2026.

Karya dan dokumen pendaftaran dapat dikirimkan melalui alamat email resmi panitia di santrivision2026@kemenag.go.id.

Bagi para pengasuh dan pembina pesantren, kompetisi ini dapat menjadi kesempatan untuk mendorong santri yang memiliki kemampuan di bidang penelitian, menulis, teknologi, desain maupun produksi konten digital untuk mengembangkan karya mereka.

Santrivision menunjukkan bahwa ruang berkarya santri kini semakin luas. Tradisi keilmuan pesantren dapat bertemu dengan penelitian, media digital dan teknologi untuk melahirkan gagasan yang bermanfaat bagi pesantren maupun masyarakat.

***

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna