Keboncinta.com-- Pemerintah Arab Saudi mengambil langkah strategis menjelang pelaksanaan ibadah haji 2026 dengan menghapus seluruh pajak dan bea masuk untuk impor hewan ternak.
Kebijakan ini bertujuan menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menstabilkan harga hewan kurban di tengah meningkatnya permintaan.
Keputusan tersebut telah disahkan oleh Dewan Menteri dan mulai berlaku sejak 1 Dzulqa’dah 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 18 April 2026 hingga berakhirnya musim haji.
Baca Juga: 205 Ribu Jemaah Haji 2026 Siap Berangkat, InJourney Airports Pastikan 19 Bandara Siap
Langkah ini dinilai sebagai solusi konkret untuk mengatasi tantangan logistik yang selama ini kerap muncul setiap tahun.
Dengan dihapusnya beban pajak dan biaya kepabeanan, proses impor hewan ternak menjadi lebih cepat dan efisien.
Hal ini diharapkan dapat memperlancar distribusi hewan kurban, sehingga kebutuhan jemaah dapat terpenuhi tanpa hambatan berarti.
Selain itu, kebijakan ini juga ditujukan untuk menjamin ketersediaan hewan bagi jemaah yang melaksanakan ibadah hady, yaitu penyembelihan hewan kurban sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji.
Pemerintah ingin memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ritual tersebut tanpa terkendala keterbatasan pasokan.
Intervensi ini juga diyakini mampu meredam lonjakan harga yang biasanya terjadi saat musim haji. Dengan biaya impor yang lebih ringan, harga di pasar diharapkan tetap stabil meskipun permintaan meningkat tajam.
Adapun jenis hewan ternak yang termasuk dalam kebijakan ini mencakup domba, kambing, sapi, hingga unta.
Pemerintah juga telah menginstruksikan otoritas terkait untuk mempercepat proses pemeriksaan dan distribusi di pintu masuk negara.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Arab Saudi dalam mengelola penyelenggaraan haji yang melibatkan jutaan jemaah dari seluruh dunia.
Dengan kebijakan ini, diharapkan pelaksanaan ibadah haji 2026 dapat berjalan lebih lancar, sekaligus memberikan kenyamanan bagi jemaah dalam memenuhi kewajiban kurban.***