Keboncinta.com-- Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 menjadi salah satu asesmen yang perlu dipahami siswa, bukan hanya dari sisi materi yang diujikan, tetapi juga mengenai cara hasil tes tersebut dinilai.
Setelah mengikuti TKA, siswa akan memperoleh hasil dalam bentuk skor. Memahami sistem penilaian penting agar peserta tidak sekadar melihat angka yang tertera, tetapi juga mengetahui gambaran kemampuan yang ditunjukkan melalui hasil tersebut.
Pada TKA 2026, hasil penilaian menggunakan rentang skor 200 hingga 800. Selain skor numerik, hasil tes juga disertai kategori capaian yang menggambarkan tingkat penguasaan kompetensi peserta.
Perubahan skala nilai dan sistem penilaian tersebut membuat siswa perlu memahami bagaimana hasil TKA dihitung serta bagaimana kategori capaian ditentukan.
Baca Juga: TKA SD 2026: Cek Materi Bahasa Indonesia dan Matematika yang Perlu Dikuasai
Salah satu perubahan yang perlu diketahui peserta TKA 2026 adalah penggunaan skala skor yang berbeda dari sistem nilai 0–100 yang selama ini banyak digunakan.
Dalam pelaksanaan TKA 2026, skor peserta berada pada rentang 200–800. Perubahan skala ini memberikan ruang penilaian yang lebih luas untuk menggambarkan variasi kemampuan peserta.
Dengan rentang tersebut, hasil tes diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih terperinci mengenai capaian akademik masing-masing peserta. Angka yang diperoleh nantinya menjadi bagian dari gambaran kemampuan siswa berdasarkan performanya dalam mengerjakan soal.
Karena itu, siswa tidak perlu menyamakan skor TKA dengan nilai ujian sekolah yang menggunakan skala 0–100. Skor TKA memiliki sistem pengukuran tersendiri sesuai dengan metode penilaian yang digunakan.
Baca Juga: PIP 2026 Berubah, SK Nominasi Dihapus dan Penyaluran Kini Berbasis Semester
Selain memperoleh skor dalam bentuk angka, peserta TKA 2026 juga akan mendapatkan Kategori Capaian. Kategori ini digunakan untuk memberikan gambaran mengenai tingkat penguasaan kompetensi peserta.
Terdapat empat kategori capaian, yaitu Kurang, Memadai, Baik, dan Istimewa.
Kategori Kurang menunjukkan bahwa penguasaan peserta terhadap materi yang diujikan masih terbatas. Hasil pada kategori ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui bagian pembelajaran yang masih perlu diperkuat.
Kategori Memadai menggambarkan bahwa peserta telah memiliki penguasaan materi pada tingkat yang cukup untuk memenuhi kompetensi dasar yang diharapkan.
Selanjutnya, Kategori Baik menunjukkan penguasaan materi yang lebih kuat. Peserta pada kategori ini dinilai telah memahami substansi yang diujikan dengan baik.
Sementara itu, Kategori Istimewa merupakan tingkat capaian paling tinggi. Kategori ini menggambarkan penguasaan materi yang sangat kuat, termasuk kemampuan memahami dan menganalisis persoalan secara lebih mendalam.
Dengan adanya kategori tersebut, hasil TKA tidak hanya disajikan dalam bentuk angka, tetapi juga memberikan konteks mengenai tingkat capaian peserta.
Baca Juga: TKG 2026 Terancam Berubah? Guru Daerah Khusus Wajib Cek Status Wilayah
Hal lain yang perlu dipahami adalah metode pengolahan hasil TKA 2026. Penilaian tidak hanya dilakukan dengan menghitung jumlah jawaban benar secara sederhana.
Sistem penilaian menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT) atau Teori Respons Butir. Melalui metode ini, karakteristik setiap butir soal ikut diperhitungkan dalam proses pengolahan hasil.
Artinya, dua peserta yang memiliki jumlah jawaban benar tertentu tidak selalu memperoleh gambaran skor yang semata-mata ditentukan oleh hitungan benar-salah. Karakteristik soal yang dikerjakan juga menjadi bagian dari proses pengukuran.
Dalam pendekatan tersebut terdapat beberapa unsur yang diperhatikan, di antaranya jumlah jawaban benar, tingkat kesulitan soal, dan daya pembeda soal.
Jumlah jawaban benar tetap menjadi salah satu dasar dalam melihat performa peserta. Namun, tingkat kesulitan setiap soal juga menjadi pertimbangan dalam pengolahan skor.
Selain itu, terdapat daya pembeda soal, yaitu kemampuan suatu butir untuk membedakan peserta berdasarkan tingkat penguasaan kompetensinya.
Dengan memperhitungkan karakteristik soal tersebut, sistem IRT digunakan untuk menghasilkan pengukuran kemampuan peserta secara lebih terstruktur.
Baca Juga: Cek Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ada Banyak Tanggal Merah di Maret
Perubahan skala menjadi 200–800, penggunaan empat kategori capaian, serta penerapan metode IRT menjadi bagian penting dalam sistem penilaian TKA 2026.
Karena itu, siswa sebaiknya tidak hanya berfokus pada target mendapatkan angka tertentu. Yang tidak kalah penting adalah memahami materi, melatih kemampuan bernalar, dan membiasakan diri menghadapi berbagai bentuk soal.
Hasil TKA nantinya dapat menjadi gambaran capaian akademik peserta berdasarkan sistem pengukuran yang telah ditetapkan. Dengan memahami mekanisme penilaian sejak awal, siswa maupun orang tua dapat membaca hasil TKA dengan lebih tepat dan tidak keliru dalam mengartikan skor yang diperoleh.***