JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan resmi memperkenalkan 6 Program Kerja Prioritas Nasional sektor kelautan dan perikanan. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam mempercepat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, serta mengakselerasi kedaulatan pangan nasional.
Melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, program-program ini dirancang agar dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas secara berkelanjutan.
Berikut adalah rincian dari 6 Program Kerja Prioritas Nasional yang diusung oleh KKP:
1. Kampung Nelayan Merah Putih
Program ini menargetkan pembangunan sebanyak 5.000 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih hingga tahun 2029. Kehadiran program ini diharapkan mampu mentransformasi wajah wilayah pesisir Indonesia, meningkatkan produktivitas dan pendapatan para nelayan, serta menciptakan lapangan kerja baru yang lebih luas di sekitar perkampungan nelayan.
2. Revitalisasi Tambak di Pantura Jawa
Guna mengoptimalkan potensi budi daya perikanan yang sempat meredup, KKP berkomitmen untuk merevitalisasi lahan tambak idle seluas 14.000 hektare di sepanjang Pantai Utara Jawa. Proyek revitalisasi ini ditargetkan rampung pada tahun 2029 demi mendongkrak volume produksi perikanan budi daya nasional.
3. Modeling Tambak Udang Terintegrasi
Pemerintah tengah membangun Modeling Tambak Udang Terintegrasi seluas 2.000 hektare di Waingapu, Nusa Tenggara Timur. Megaproyek ini diproyeksikan mampu memproduksi hingga 52.000 ton udang per tahun sekaligus menyerap sekitar 7.000 tenaga kerja lokal, menjadikannya salah satu motor penggerak ekonomi baru di wilayah timur Indonesia.
4. Budi Daya Ikan Darat Tematik
Untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah daratan, sebanyak 40.000 lokasi budi daya ikan darat tematik akan dibangun di berbagai wilayah Indonesia hingga tahun 2029. Program ini mengadopsi teknologi modern Mini Recirculating Aquaculture System (Mini RAS) yang efisien, guna memastikan suplai ikan konsumsi masyarakat senantiasa terpenuhi dengan kualitas yang baik.
5. Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN)
Dalam misi mencapai swasembada garam pada tahun 2027, pemerintah membangun K-SIGN seluas 2.000 hektare di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Kawasan industri ini ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas garam nasional dengan kualitas prima, yakni memiliki kadar kemurnian di atas 97% NaCl.
6. Kapal Ikan Modern
Efisiensi penangkapan dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya ikan terus ditingkatkan melalui modernisasi armada laut. KKP menargetkan sebanyak 4.582 unit kapal ikan modern dapat beroperasi penuh hingga tahun 2029. Fasilitas ini disiapkan untuk meningkatkan produktivitas nelayan lokal sekaligus menjaga aspek keselamatan kerja di laut.
Dengan berjalannya keenam program prioritas ini, sektor kelautan dan perikanan Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi penopang ketahanan pangan, melainkan juga pilar utama dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir serta pertumbuhan ekonomi nasional yang tangguh. (swd)